Wednesday, July 22, 2026
home_banner_first
KULINER

Alasan Mengapa Harga Kaviar Sangat Fantastis

Mistar.idKamis, 16 April 2026 pukul 05.00 WIB
alasan_mengapa_harga_kaviar_sangat_fantastis

Kaviar. (Foto: Istimewa)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Kaviar atau telur ikan berwarna hitam dikenal sebagai hidangan premium yang lekat dengan gaya hidup mewah.

Popularitasnya juga kerap terlihat di konten kuliner, termasuk yang dibagikan oleh Sisca Kohl. Di platform e-commerce, harga kaviar bervariasi, bahkan bisa mencapai Rp2 juta hanya untuk 25 gram. Hal inilah yang membuat banyak orang penasaran, apa yang membuat kaviar begitu mahal.

Mengutip The Take Out, Kamis (15/4/2026), kaviar merupakan telur ikan sturgeon yang diawetkan menggunakan garam. Ikan ini tergolong spesies purba dengan pertumbuhan yang sangat lambat.

Untuk menghasilkan telur, sturgeon membutuhkan waktu sekitar 10 tahun, dengan syarat lingkungan hidupnya benar-benar mendukung. Proses panjang ini membuat produksi kaviar tidak bisa dilakukan secara cepat.

Selain itu, kaviar asli hanya berasal dari jenis sturgeon tertentu, sehingga pasokannya terbatas. Proses budidaya dan perdagangannya pun diatur ketat, sementara pengolahan telurnya harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar kualitas tetap terjaga.

Menurut The Caviar Bar UK, kelangkaan juga menjadi faktor utama. Populasi sturgeon di alam liar terus menyusut akibat penangkapan berlebihan dan kerusakan habitat, bahkan beberapa spesies berada di ambang kepunahan.

Salah satu yang paling terkenal adalah Beluga sturgeon (Huso huso), yang menghasilkan kaviar berkualitas tinggi. Karena statusnya yang terancam, Amerika Serikat telah melarang impor kaviar jenis ini sejak 2005. Akibatnya, kaviar Beluga menjadi salah satu yang paling langka sekaligus termahal di dunia.

Untuk menjaga keberlanjutan, banyak produsen kini beralih ke sistem budidaya atau akuakultur. Sturgeon dipelihara dalam lingkungan terkontrol agar populasi liar tetap terjaga. Namun, metode ini justru membutuhkan biaya produksi yang lebih besar.

Lamanya siklus hidup ikan ini juga berpengaruh pada harga. Beberapa jenis sturgeon baru bisa menghasilkan telur pada usia 6 hingga 12 tahun, sementara Beluga bahkan memerlukan waktu hingga 18–20 tahun. Masa pemeliharaan yang panjang ini tentu menjadi investasi besar bagi produsen.

Di sisi lain, proses panen kaviar juga tidak sederhana. Pengambilan telur harus dilakukan dengan sangat teliti untuk menjaga kualitas.

Setelah itu, telur melalui tahapan penyaringan, pencucian, penggaraman, hingga pengemasan. Setiap proses dilakukan dengan hati-hati, karena kesalahan kecil saja dapat merusak hasil akhir. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN