Borneo vs Dewa United: Benteng Segiri Jadi Ujian Banten Warriors

Borneo vs Dewa United di Stadion Segiri, Samarinda, Rabu (16/9/2026) pukul 15.30 WIB. (foto ilustrasi:wikipedia/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (16/9/2026) — Rekor Borneo FC saat menjamu Dewa United bakal mendapat ujian serius. Pesut Etam memang baru saja membuka keran kemenangan musim ini, tetapi tamunya datang ke Stadion Segiri dengan modal belum terkalahkan dan koleksi empat poin.
Borneo vs Dewa United tersaji di Stadion Segiri, Samarinda, Rabu (16/9/2026) pukul 15.30 WIB. Laga ini merupakan pertandingan BRI Super League 2026/2027 yang dimajukan dari rangkaian jadwal kompetisi.
Pertarungan ini mempertemukan dua tim dengan momentum berbeda. Borneo FC sedang berusaha membangun kembali kepercayaan diri setelah menang tipis atas Persijap Jepara, sedangkan Dewa United datang dengan start yang lebih stabil setelah meraih satu kemenangan dan satu hasil imbang.
Bagi Pesut Etam, Stadion Segiri harus kembali menjadi benteng. Bagi Banten Warriors, Samarinda menjadi panggung untuk membuktikan bahwa catatan positif mereka bukan sekadar efek awal musim.
Borneo FC Mulai Menemukan Momentum
Borneo FC akhirnya meraih kemenangan perdana musim ini ketika menundukkan Persijap Jepara 1-0 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (12/9/2026).
Gol cepat Rodrigo Varanda pada menit ketiga menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut. Hasil itu sekaligus menghapus kekecewaan setelah Pesut Etam sebelumnya tumbang 0-1 dari Persija Jakarta pada laga pembuka.
Kemenangan di Jepara menjadi modal penting sebelum Borneo FC kembali ke Samarinda.
Namun, tugas berikutnya jauh lebih berat. Dewa United memiliki kualitas lini depan yang bisa menghukum kesalahan sekecil apa pun, sementara skuad Pesut Etam masih dalam proses membangun chemistry setelah mengalami perubahan komposisi pemain.
Pelatih Mauro Jeronimo pun dituntut menemukan keseimbangan antara agresivitas menyerang dan soliditas pertahanan.
Rekor Segiri Jadi Modal Pesut Etam
Salah satu alasan Borneo FC layak percaya diri adalah rekam jejak mereka ketika berhadapan dengan Dewa United.
Dalam delapan pertemuan terakhir, Borneo FC unggul lima kemenangan berbanding tiga milik Dewa United, tanpa satu pun laga berakhir imbang. Data head to head terbaru juga mencatat dominasi Pesut Etam tersebut.
Bahkan, dua pertemuan terakhir berakhir dengan kemenangan Borneo FC. Pesut Etam menang 1-0 pada November 2024 dan berpesta 4-0 ketika kembali menjamu Dewa United pada November 2025.
Catatan tersebut tentu memberikan keuntungan psikologis bagi tuan rumah.
Tetapi statistik bukan jaminan tiga poin. Dewa United yang datang ke Segiri kali ini merupakan tim dengan wajah baru dan modal kompetitif yang cukup kuat.
Dewa United Datang Tanpa Beban Kekalahan
Dewa United mengawali musim 2026/2027 dengan empat poin dari dua pertandingan.
Banten Warriors membuka kompetisi dengan kemenangan atas Persik Kediri sebelum bermain 2-2 ketika menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC. Hasil tersebut membuat Dewa United berada di papan atas klasemen sementara dengan empat poin.
Menariknya, Dewa United menunjukkan fleksibilitas permainan dalam dua laga tersebut.
Saat menghadapi Persik, mereka mampu bermain lebih pragmatis. Sementara ketika berjumpa Bhayangkara, Dewa United mampu menguasai pertandingan dengan lebih dominan dan mencatat penguasaan bola hingga 63 persen.
Artinya, Borneo FC tidak hanya perlu mengantisipasi serangan balik. Pesut Etam juga harus siap menghadapi tekanan ketika Dewa United mampu mengontrol permainan.
Denílson Júnior, Ancaman dari Lini Depan
Nama Denílson Júnior menjadi salah satu perhatian utama Borneo FC.
Penyerang Banten Warriors tersebut mencetak dua gol ketika Dewa United bermain 2-2 melawan Bhayangkara. Ketajamannya menjadi alarm bagi lini belakang Pesut Etam yang tidak boleh memberikan ruang terlalu besar di area pertahanan.
Denílson juga diproyeksikan menjadi ujung tombak dalam skema 4-2-3-1 yang diterapkan Dewa United. Di belakangnya terdapat pemain-pemain kreatif seperti Rafael Struick, Egy Maulana dan Taisei Marukawa.
Borneo FC harus mampu memutus suplai bola sebelum mencapai kotak penalti. Jika lini tengah gagal mengontrol ritme pertandingan, tekanan Dewa United berpotensi membuat pertahanan tuan rumah bekerja keras sepanjang laga.
Di sisi lain, Pesut Etam memiliki Rodrigo Varanda yang baru saja menjadi penentu kemenangan atas Persijap. Gol cepatnya menjadi bukti bahwa Borneo FC juga memiliki senjata untuk memanfaatkan kelengahan pertahanan lawan.
Borneo vs Dewa United: Siapa Kuasai Tiga Poin?
Pertandingan Borneo vs Dewa United menjadi pertarungan antara keuntungan kandang dan konsistensi awal musim.
Borneo FC memiliki rekor head to head yang lebih baik serta keuntungan bermain di Stadion Segiri. Kemenangan atas Persijap juga memberi Pesut Etam suntikan kepercayaan diri.
Namun, Dewa United memiliki alasan untuk datang tanpa rasa gentar. Empat poin dari dua laga membuat Banten Warriors belum tersentuh kekalahan. Mereka juga mempunyai lini depan yang mulai menunjukkan ketajaman.
Karena itu, duel di Segiri kemungkinan tidak akan sekadar ditentukan oleh siapa yang lebih banyak menguasai bola. Efektivitas di sepertiga akhir, kemampuan memenangkan duel lini tengah, serta disiplin ketika bertahan bakal menjadi faktor krusial.
Borneo FC membutuhkan kemenangan untuk menjaga momentum kebangkitan. Dewa United memburu tiga poin demi mempertahankan start positif.
Benteng Segiri atau rekor tanpa kalah Banten Warriors? Jawabannya akan ditentukan dalam duel Borneo vs Dewa United.
(borneo/antara/ileague/*/hm27)








































