Tuesday, September 15, 2026
home_banner_first
SUMUT

Sijaba Didorong Jadi Model Pertanian Terpadu di Tapanuli Utara

Mistar.idSelasa, 15 September 2026 pukul 14.58 WIB
sijaba_didorong_jadi_model_pertanian_terpadu_di_tapanuli_utara

Bupati Tapanuli Utara bersama unsur pimpinan daerah melakukan penanaman jagung di Kawasan Pertanian Terpadu Sijaba, Desa Silaitlait, Kecamatan Siborongborong. (Foto: Fernando/Mistar)

news_banner

Taput, MISTAR.ID - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) menanam jagung di lahan seluas 10 hektare di Kawasan Pertanian Terpadu Sijaba, Desa Silaitlait, Kecamatan Siborongborong, Selasa (15/9/2026).

Penanaman tersebut menjadi langkah awal pengembangan kawasan pertanian berbasis teknologi dan mekanisasi, sekaligus bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Kabupaten Tapanuli Utara.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara, Viktor Siagian, mengatakan pengembangan Kawasan Pertanian Terpadu Sijaba tidak hanya difokuskan pada komoditas jagung. Kawasan tersebut akan dikembangkan dengan berbagai jenis tanaman serta didukung penerapan teknologi dan mekanisasi pertanian.

Pengembangan kawasan juga direncanakan dilengkapi sejumlah infrastruktur pendukung, seperti jalan usaha tani, irigasi air tanah dalam, saung tani dan sarana pertanian lainnya.

Sementara itu, Bupati Tapanuli Utara Jonius Hutabarat menegaskan penanaman jagung tersebut tidak boleh berhenti pada kegiatan tanam. Menurutnya, pemerintah daerah harus mengawal prosesnya hingga panen, pascapanen, pemasaran dan hilirisasi agar memberikan nilai tambah bagi petani.

"Kawasan pertanian terpadu ini harus menjadi model pengembangan pertanian, mulai dari pengelolaan lahan, penggunaan teknologi dan mekanisasi, peningkatan produktivitas, pendampingan petani hingga pemasaran dan hilirisasi hasil pertanian," tegasnya.

Jonius juga meminta Dinas Pertanian melakukan pendampingan dan pengembangan kawasan secara terukur sehingga keberhasilannya dapat menjadi contoh untuk diterapkan di wilayah lain.

Ia juga mendorong keterlibatan generasi muda, khususnya petani milenial, dalam pengembangan sektor pertanian. Para petani diharapkan terbuka terhadap teknologi dan inovasi untuk meningkatkan produktivitas, kemandirian serta posisi tawar dalam rantai usaha pertanian.

"Yang kita tanam hari ini bukan hanya jagung, tetapi harapan, kemandirian pangan dan kesejahteraan bagi masyarakat Tapanuli Utara," ujarnya.

Data Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara menunjukkan, luas tanam jagung pada 2024 mencapai 24.355 hektare dengan produksi 25.294,10 ton. Pada 2025, luas tanam tercatat 21.990 hektare dengan produksi 129.267,04 ton.

Sementara pada 2026, luas tanam jagung diproyeksikan mencapai 23.538 hektare dengan perkiraan produksi 129.692,64 ton.

Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan pangan dan pembangunan pertanian di Tapanuli Utara. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN