Tuesday, September 15, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Tujuh Fakta Puluhan Pelajar MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan MBG

Mistar.idSelasa, 15 September 2026 pukul 09.01 WIB
tujuh_fakta_puluhan_pelajar_mtsn_2_kisaran_diduga_keracunan_mbg

Puluhan siswa MTS Negeri 2 Kisaran saat mendapat perawatan di IGD rumah sakit mengalami keluhan mual dan muntah usai konsumsi MBG. (foto: perdana/mistar)

news_banner

Asahan, MISTAR.ID - Puluhan pelajar MTs Negeri 2 Kisaran, Kabupaten Asahan, mendapatkan penanganan medis setelah mengalami sejumlah keluhan kesehatan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (14/9/2026).

Peristiwa tersebut membuat sejumlah siswa dilarikan ke beberapa rumah sakit di Kisaran. Polisi pun turun tangan dengan mengambil sampel makanan untuk mengetahui penyebab munculnya keluhan yang dialami para pelajar.

Berikut tujuh fakta terkait dugaan keracunan MBG di MTs Negeri 2 Kisaran yang dirangkum MISTAR hingga, Selasa (15/9/2026) :

1. Puluhan siswa alami keluhan kesehatan

Keluhan mulai muncul setelah para siswa mengonsumsi menu MBG yang dibagikan di sekolah. Gejala yang dilaporkan antara lain sakit perut, mual, muntah, hingga sakit kepala.

Plt Direktur RSUD Haji Abdul Manan Simatupang (HAMS) Kisaran, dr Eka Wilda Sari, membenarkan adanya siswa MTsN yang datang untuk mendapatkan penanganan medis. “Ada masuk pasien dari MTSN. Keluhannya sakit perut, mual, sakit kepala dan muntah,” ujarnya.

Menurut Eka, para pasien masih menjalani observasi dan memperoleh perawatan. Namun, rumah sakit belum dapat memastikan apakah keluhan tersebut berkaitan dengan makanan MBG. “Sampai saat ini belum bisa dipastikan terkait apa penyebabnya,” katanya.

2. Gejala muncul sekitar satu jam setelah makan

Pegawai tata usaha sekaligus petugas piket MTs Negeri 2 Kisaran, Rahmad Septiadi, mengatakan makanan MBG dibagikan sekitar pukul 11.30 WIB. Para siswa kemudian mulai menyantap makanan tersebut sekitar pukul 12.00 WIB. Tidak lama berselang, sejumlah siswa mulai menunjukkan gejala gangguan kesehatan.

"Kejadiannya sekitar pukul 11.30 WIB menu MBG kami dibagikan. Jam 12 kemudian anak-anak itu mulai makan," ujar Rahmad saat ditemui wartawan di RSUD Haji Abdul Manan Simatupang (HAMS) Kisaran.

Sekitar pukul 13.00 WIB, siswa mulai mengeluhkan mual, pusing, dan muntah. Awalnya beberapa siswa dibawa ke ruang UKS, tetapi jumlahnya terus bertambah.

"Sekitar jam 1 siang ada beberapa anak-anak itu ada gejala mual, pusing, muntah-muntah, dimasukkan lah ke ruang UKS (Unit Kesehatan Sekolah), tapi jumlahnya makin bertambah, ada sekitar 20 anak waktu itu," ucapnya.=

3. 30 siswa dibawa ke rumah sakit

Kondisi para pelajar kemudian membuat pihak sekolah mengambil langkah dengan membawa mereka ke sejumlah fasilitas kesehatan di Kisaran. Rahmad menyebut jumlah siswa yang dibawa ke rumah sakit mencapai sekitar 30 orang.

"Tapi yang dibawa ke rumah sakit itu sekitar 30 orang. Ada di beberapa rumah sakit tadi," ujar Rahmad.

Berdasarkan pantauan di RSUD HAMS Kisaran sekitar pukul 15.00 WIB, sejumlah siswa tiba di IGD menggunakan ambulans maupun kendaraan pribadi. Selain RSUD HAMS, para siswa juga dilaporkan mendapatkan perawatan di RS Setio Husodo, RS Wira Husada, dan Rumkitban Kisaran.

4. Menu MBG yang disantap siswa

Menu MBG yang dibagikan kepada siswa MTs Negeri 2 Kisaran pada hari kejadian terdiri atas ayam rendang, orek tempe, sambal, serta acar timun dan wortel.

Program tersebut memiliki penerima manfaat dalam jumlah cukup besar. Rahmad menyebut sekitar 800 siswa MTs Negeri 2 Kisaran merupakan penerima manfaat MBG.

Namun, hingga kini belum ada kepastian bahwa makanan tersebut menjadi penyebab munculnya gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

5. Polisi mengambil sampel makanan

Dugaan keracunan MBG tersebut kini menjadi perhatian Polres Asahan. Polisi melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti para siswa mengalami gejala kesehatan setelah menyantap makanan.

Kasi Humas Polres Asahan, AKP Herli Damanik, mengatakan polisi telah mengambil sampel makanan untuk menjalani pemeriksaan. "Belum bisa kita pastikan, kita masih penyelidikan. Nanti dugaan penyebabnya akan kami sampaikan," kata Herli kepada wartawan.

Di tengah proses penyelidikan, kepolisian memastikan para siswa telah mendapatkan penanganan medis. "Yang pasti seluruh anak-anak ini sudah mendapatkan penanganan dengan baik," ujarnya.

Halaman:


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN