Monday, September 14, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Dilarikan ke RS, BGN Suspend Dapur Pemasok MBG

Mistar.idSenin, 14 September 2026 pukul 19.58 WIB
puluhan_siswa_mtsn_2_kisaran_dilarikan_ke_rs_bgn_suspend_dapur_pemasok_mbg

Suasana sibuk di ruang IGD RSU HAMS Kisaran saat puluhan siswa masuk dan mendapat perawatan usai diduga mengalami keracunan MBG. (foto: Perdana/Mistar)

news_banner

Asahan, MISTAR.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional dapur yang memasok Makanan Bergizi Gratis (MBG) ke MTs Negeri 2 Kisaran, setelah puluhan siswa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami mual, muntah, dan pusing usai menyantap makanan tersebut, Senin (14/9/2026).

Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) BGN Kabupaten Asahan, Adi Adma Arif Harahap mengatakan, pihaknya saat ini masih fokus memperhatikan kondisi para siswa yang mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit.

“Hingga malam ini yang masih dirawat itu 17 orang di rumah sakit umum, 3 orang di Wira Husada. Tapi nanti sebagian malam ini sudah ada yang pulang,” kata Adi saat dikonfirmasi pukul 19.30 WIB.

Terkait penyebab puluhan siswa tersebut mendadak sakit, Adi mengatakan pihaknya tidak ingin berspekulasi dan masih menunggu hasil pemeriksaan menyeluruh dari pihak medis.

“Karena diambil dulu itu sampel muntah atau mencretnya dari pihak dokter. Kita tidak mau berspekulasi dulu, intinya saat ini kita fokus ke penyembuhan anak-anak dulu,” ujarnya.

Adi menambahkan, setelah kejadian tersebut, dapur yang memasok menu MBG ke MTs Negeri 2 Kisaran dan sejumlah sekolah lainnya dihentikan sementara. Tim BGN akan melakukan pemeriksaan terkait kejadian tersebut.

“Mulai hari ini dapurnya di suspend. Artinya, besok menu MBG dari dapur itu tidak masuk,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, puluhan siswa MTs Negeri 2 Kisaran dilarikan ke sejumlah rumah sakit setelah mengalami mual, muntah, dan pusing usai menyantap MBG. Pihak sekolah menyebut makanan dibagikan sekitar pukul 11.30 WIB dan disantap sekitar pukul 12.00 WIB. Gejala mulai dialami sejumlah siswa sekitar pukul 13.00 WIB.

Kepolisian juga telah turun melakukan penyelidikan dan mengambil sampel makanan untuk diperiksa guna mengetahui penyebab pasti sakit yang dialami para siswa. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN