Monday, September 14, 2026
home_banner_first
SUMUT

Antrean Panjang Picu Kemacetan, Pertamina Diminta Tinjau Kelayakan SPBU Batang Beruh

Mistar.idSenin, 14 September 2026 pukul 15.02 WIB
antrean_panjang_picu_kemacetan_pertamina_diminta_tinjau_kelayakan_spbu_batang_beruh_

Antrean panjang di SPBU Batang Beruh Sidikalang. (foto: julius/mistar)

news_banner

Dairi, MISTAR.ID - PT Pertamina Patra Niaga diminta untuk meninjau ulang kelayakan operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Simamora Nomor 14.222.243 Batang Beruh, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi.

Permintaan itu disampaikan sejumlah pengendara, karena seringnya terjadi antrean panjang pada pagi dan malam hari yang menyebabkan kemacetan di jalan protokol Sidikalang.

"Sudah berapa bulan ini terjadi antrean panjang hingga menyebabkan kemacetan di jalan protkol. Ditambah lagi SPBU ini buka jam 7 pagi, walau kendaraan sudah antre dari subuh," ujar warga yang tak mau namanya ditulis.

Selain itu, kata dia, lokasi SPBU sangat sempit. Ironisnya, pedagang eceran BBM di dekat SPBU marak. "Untuk itu, kita berharap pihak Pertamina agar meninjau ulang lokasi SPBU ini, apakah operasi SPBU ini layak dan sesuai SOP, kita tidak tau," katanya.

Warga lainnya menambahkan, sudah seharusnya ada penambahan SPBU di seputaran Dairi mengingat meningkatnya konsumen BBM. "Sebab kita melihat SPBU yang sudah berdiri seperti SPBU Batang Beruh ini tidak bisa lagi dilebarkan. Jadi perlu penambahan unit SPBU baru di Dairi," katanya.

Menyikapi persoalan ini, Kepala Bagian Perekonomian Seketariat Daerah Dairi, Lipinus Sembiring, mengatakan antrean terjadi karena jam operasional dimulai pukul 7.00 WIB, dan sempitnya lokasi SPBU tersebut. "Di SPBU lain tidak ada antrean. Terkait itu, silakan dikonfirmasi ke pihak Pertamina," kata Lipinus

Reynaldi Christoper, selaku Sales Branch Manager(SBM) Rayon V Medan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, mengatakan persoalan ini akan didiskusikannya ke pihak SPBU, apakah memungkinkan beroperasional sebelum pukul 7 pagi.

Mengenai ramainya pengecer BBM di sekitar lokasi SPBU, Reynaldi mengatakan agar menanyakannya kepada APH setempat.

"Kami dari pihak Pertamina hanya memastikan seluruh penyaluran dari SPBU tepat sasaran kepada masyarakat dan konsumen, apabila ditemukan tidak sesuai maka akan kami tindaklanjuti sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku. Untuk sempitnya lokasi SPBU masih layak, ke depan akan menjadi pertimbangan kami apakah pihak pemilik mampu memperluas areanya atau kita akan mencari titik di area perkotaan untuk menjadi penambahan SPBU apabila memang diperlukan," katanya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN