Monday, September 14, 2026
home_banner_first
MEDAN

Bobby Nasution Anugerahi Penghargaan 13 Atlet Legendaris Sumut

Mistar.idSenin, 14 September 2026 pukul 09.48 WIB
bobby_nasution_anugerahi_penghargaan_13_atlet_legendaris_sumut

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution memberikan penghargaan kepada 13 atlet legendaris di peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43, Senin (14/9/2026). (Foto: Iqbal/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution memberikan penghargaan kepada 13 atlet legendaris di peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 di halaman Kantor Gubernur Sumut, Senin (14/9/2026) pagi.

Sebelum memberikan penghargaan, Bobby Nasution terlebih dahulu bertindak sebagai pembina upacara Haornas. Ia menyampaikan beberapa pesan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir.

Salah satunya menjadikan olahraga sebagai bagian dari pembangunan daerah dengan membangun masyarakat yang sehat. Kemudian, pemerintah diminta memastikan penyediaan ruang publik dan fasilitas olahraga.

"Olahraga harus adil dalam kehidupan sehari-hari, mari kita bangun olahraga yang inklusif, laki-laki, wanita, tua, muda, disabilitas punya hak yang sama," ujar Bobby.

Berikut daftar 13 atlet yang diberikan penghargaan:

  1. Sutiyono, berusia 75 tahun, merupakan legenda olahraga balap sepeda Indonesia yang pernah meraih 7 medali emas SEA Games pada tahun 1977, 1979, dan 1981.
  2. Lidya S. Titaley, berusia 73 tahun, Ia merupakan peraih 4 medali emas pada Kejuaraan Atletik se-Asia tahun 1977.
  3. Mardi Lestari yang dijuluki "Manusia Tercepat Asia Tenggara”, berusia 59 tahun. Ia mempersembahkan 3 medali emas pada SEA Games tahun 1989, 1991, dan 1993, serta semifinalis Olimpiade 1988 di Seoul.
  4. Suwito Lagola, usia 58 tahun. Nama Lagola sendiri merupakan akronim dari Lahir Gohor Lama, Juara Tinju Dunia Kelas Menengah versi WBF pada tahun 1995 sampai dengan 1997.
  5. Lamhot Simamora, berusia 56 tahun. Juara Tinju Asia Pasifik tahun 1991 sampai dengan 1995 tanpa terkalahkan, serta pernah menduduki peringkat kedua dunia versi IBF pada tahun 1993.
  6. Sandra Aryani, berusia 55 tahun. Ia tercatat meraih 2 medali emas pada SEA Games tahun 1993 dan 1997, serta 1 medali perak pada Asian Games tahun 1998 di Bangkok.

Tidak hanya purna atlet umum, Bobby juga menganugerahi tali asih kepada mantan atlet disabilitas yang juga pernah mengharumkan nama Sumut dan Indonesia di eranya, yakni:

  1. Ismayuddin Simangunsong, berusia 63 tahun. Atlet para catur peraih 1 medali emas pada ASEAN Para Games tahun 2013.
  2. Azhar Panjaitan, berusia 61 tahun. Atlet para catur peraih 4 medali emas pada ASEAN Para Games dari tahun 2013 sampai dengan 2025.
  3. Roslinda Boru Manurung, berusia 60 tahun. Atlet para catur peraih 6 medali emas pada ASEAN Para Games tahun 2013 sampai dengan 2017, serta 1 medali emas pada Asian Para Games ke-3 di Jakarta.
  4. Yuddi Ana, berusia 57 tahun. Atlet para atletik nomor tolak peluru yang berhasil meraih 1 medali emas pada ASEAN Para Games tahun 2015 di Singapura.
  5. Anto Boy, berusia 55 tahun. Atlet para angkat berat yang telah berhasil meraih 3 medali emas pada ASEAN Para Games tahun 2013 sampai dengan 2017.
  6. P. Nasip Farta Simanja, berusia 54 tahun. Atlet Para Catur peraih 10 medali emas dari keikutsertaannya pada ASEAN Para Games tahun 2013 sampai dengan 2025, serta 2 medali emas pada Asian Para Games ke-3 di Jakarta.
  7. Wilda Trisnie, berusia 66 tahun. Dedikasi beliau membudayakan olahraga menjadi contoh bahwa semangat berolahraga tidak mengenal batas usia dan bahwa setiap orang dapat mengambil bagian dalam membangun masyarakat yang sehat, bugar, aktif, dan produktif.

Bobby mengucapkan terima kasih kepada para purna atlet yang telah mengabdikan diri mengharumkan nama Sumut di kancah Internasional.

"Kami berterima kasih atas jasa dan prestasi yang telah diukir selama ini, semoga kedepan generasi muda kita bisa meneruskannya, selamat hari olahraga nasional," katanya.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN