Misteri 100 Tahun Terungkap, Kuda Purba Equus Ovodovi Direkonstruksi dalam 3D

Ilustrasi kuda poni. (foto: pixabay/mistar)
Jakarta, MISTAR.ID – Peneliti dari China dan Amerika Serikat berhasil mengungkap gambaran fisik Equus ovodovi, spesies kuda purba yang telah punah. Untuk pertama kalinya, penampilan hewan yang selama lebih dari satu abad menjadi teka-teki bagi ilmuwan tersebut berhasil divisualisasikan melalui rekonstruksi tiga dimensi (3D).
Rekonstruksi ini menjadi langkah penting dalam penelitian sejarah dan evolusi keluarga kuda. Dengan memadukan data DNA purba dan kajian anatomi, para peneliti dapat menggambarkan bentuk tubuh hewan yang sebelumnya hanya diketahui melalui fragmen fosil.
Hasil penelitian tersebut diperkenalkan Universitas Jilin, China, Kamis (10/9/2026). Momentum pengungkapan ini juga bertepatan dengan Tahun Kuda dalam kalender zodiak China pada 2026.
Dilansir Xinhua, Senin (14/9/2026), hewan hasil rekonstruksi itu memiliki bulu berwarna cokelat dengan ukuran tubuh yang diperkirakan hampir menyerupai keledai.
Penelitian dilakukan oleh laboratorium bioarkeologi Universitas Jilin dengan menggandeng Evolutio LLC, perusahaan asal Amerika Serikat. Tim memanfaatkan informasi genetik dari fosil serta membandingkannya dengan karakteristik anatomi sejumlah spesies kuda yang masih hidup.
Kolaborasi tersebut memungkinkan para ilmuwan menyusun proses penelitian secara lebih lengkap, mulai dari analisis DNA hingga pembuatan model visual spesies yang telah lama punah.
Fosil Equus ovodovi diperkirakan berusia sekitar 40.000 tahun. Fosil pertama ditemukan di sebuah gua di Siberia bagian barat daya, Rusia. Saat itu, material yang ditemukan hanya berupa bagian rahang dan gigi sehingga gambaran mengenai bentuk tubuh maupun penampilannya belum dapat dipastikan.
Penemuan fosil-fosil lain kemudian terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Amerika Utara, Afrika, Siberia, dan China timur laut. Namun, karena sebagian besar berupa potongan tulang yang terpisah, para peneliti masih kesulitan menentukan seperti apa wujud hewan tersebut secara keseluruhan.
Misteri itu mulai terurai pada 2022. Peneliti dari Universitas Jilin dan Northwest A&F University di Provinsi Shaanxi berhasil memperoleh data genetik berkualitas tinggi dari fosil Equus ovodovi.
Data tersebut kemudian menjadi dasar penelitian lanjutan pada 2026. Para ilmuwan China bekerja sama dengan peneliti dari Amerika Serikat untuk membandingkan informasi fosil dengan spesies yang masih hidup, termasuk keledai liar Asia dan kuda domestik.
Dari perbandingan tersebut, tim menyusun bentuk kerangka dan struktur otot sebelum menghasilkan gambaran fisik lengkap Equus ovodovi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Equus ovodovi merupakan salah satu garis keturunan yang berdiri sendiri dalam keluarga kuda. Posisi evolusionernya berbeda dari garis keturunan kuda, zebra, dan keledai yang masih dikenal saat ini.
Spesies tersebut diperkirakan mulai berpisah dari garis keturunan utama sekitar 2,7 juta hingga 2,3 juta tahun lalu. Secara genetik, Equus ovodovi diketahui memiliki hubungan yang lebih dekat dengan keledai dan zebra dibandingkan dengan kuda domestik.
Penelitian juga menunjukkan bahwa spesies tersebut mampu bertahan hingga Zaman Perunggu sebelum akhirnya mengalami kepunahan.
Peneliti utama dari Universitas Jilin, Cai Dawei, menjelaskan informasi genetik dapat membantu ilmuwan mengetahui identitas suatu spesies serta memperkirakan waktu kepunahannya. Namun, gambaran yang lebih utuh dapat diperoleh ketika data tersebut dikombinasikan dengan temuan tulang dan analisis bentuk tubuh.
“Para ilmuwan dapat memahami spesies yang telah punah ini sebagai organisme yang utuh, mulai dari kerangkanya hingga penampilan fisiknya,” ujar Dawei.
Evolutio LLC menyatakan bahwa proses rekonstruksi dilakukan berdasarkan data ilmiah yang dapat diverifikasi. Model 3D yang dihasilkan tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk penelitian, tetapi juga berpotensi digunakan sebagai sarana edukasi.
Para peneliti berharap visualisasi tersebut dapat membantu masyarakat memahami kehidupan Equus ovodovi secara lebih mudah, termasuk keberadaannya sebagai salah satu kerabat jauh kuda modern yang pernah hidup berdampingan dengan manusia.


































