Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Penelitian Terbaru: Ciri Orang Narsistik Bisa Dilihat dari Bentuk Alis

Mistar.idKamis, 26 Maret 2026 pukul 09.45 WIB
penelitian_terbaru_ciri_orang_narsistik_bisa_dilihat_dari_bentuk_alis

Ilustrasi narsis (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Cara mengenali seseorang dengan kecenderungan narsistik ternyata tidak selalu harus dari perilaku atau cara berbicara. Penelitian terbaru mengungkap bahwa tanda tersebut bisa terlihat dari hal sederhana, yakni bentuk alis.

Dalam studi yang dikutip dari IFLScience, disebutkan bahwa orang dapat menilai tingkat narsisme hanya dari tampilan wajah, bahkan saat ekspresi netral. Salah satu bagian wajah yang paling mencolok adalah alis, terutama yang tampak tebal, tegas, dan terawat.

Alis Jadi Sinyal Sosial yang Kuat

Temuan ini menunjukkan bahwa kesan pertama secara visual memiliki peran besar dalam membaca kepribadian seseorang. Alis tidak lagi sekadar elemen estetika, tetapi juga menjadi sinyal sosial yang membantu membentuk persepsi orang lain.

Dalam dunia psikologi, narsisme merujuk pada sifat merasa diri lebih unggul dibanding orang lain. Dalam kondisi tertentu, sifat ini dapat berkembang menjadi Narcissistic Personality Disorder, yaitu gangguan kepribadian yang ditandai dengan kebutuhan tinggi akan pengakuan dan rendahnya empati.

Istilah narsistik sendiri berasal dari kisah Narcissus dalam mitologi Yunani, yang diceritakan jatuh cinta pada bayangannya sendiri.

Hasil Studi dari University of Toronto

Penelitian yang dilakukan oleh University of Toronto dan dipublikasikan dalam Journal of Personality melibatkan hampir 40 mahasiswa yang difoto dengan ekspresi wajah netral.

Para peserta kemudian menjalani tes psikologis untuk mengukur tingkat narsisme mereka. Selanjutnya, foto-foto tersebut diperlihatkan kepada kelompok lain yang diminta menilai tingkat narsisme hanya berdasarkan wajah.

Hasilnya cukup mengejutkan. Para penilai mampu mengidentifikasi kecenderungan narsistik dengan cukup akurat, dan alis menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi penilaian tersebut.

Ketika peneliti memodifikasi bentuk alis dalam foto, persepsi terhadap tingkat narsisme juga ikut berubah. Alis yang dibuat lebih biasa cenderung menurunkan kesan narsistik, sementara alis yang lebih tebal dan tegas meningkatkan persepsi tersebut.

Lebih dari Sekadar Penampilan

Penelitian ini menegaskan bahwa alis memiliki peran penting dalam komunikasi nonverbal. Meski mekanisme pastinya masih terus diteliti, alis dinilai sebagai bagian wajah yang sangat sensitif dalam menyampaikan identitas dan kesan sosial.

Selain itu, individu dengan tingkat narsisme tinggi juga cenderung lebih memperhatikan penampilan. Mereka biasanya tampil rapi, modis, dan berusaha menarik perhatian untuk mendapatkan pengakuan dari lingkungan sekitar.

Temuan ini membuka perspektif baru bahwa hal-hal kecil yang sering diabaikan, seperti bentuk alis, ternyata bisa memberikan petunjuk tentang kepribadian seseorang.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN