Friday, June 5, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Psikolog: Mengenalkan Puasa pada Anak Harus Bertahap dan Tanpa Tekanan

Mistar.idMinggu, 8 Februari 2026 06.30
AN
psikolog_mengenalkan_puasa_pada_anak_harus_bertahap_dan_tanpa_tekanan

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Mengenalkan puasa kepada anak tidak hanya melatih menahan lapar dan haus, tetapi juga melibatkan kesiapan fisik, emosional, serta cara orang tua dalam membimbing. Karena itu, pendekatan yang digunakan tidak dapat disamakan dengan orang dewasa.

Mengutip dari CNNIndonesia, Psikolog anak, Mira Amir, mengatakan langkah awal mengenalkan puasa justru dimulai dari teladan orang tua. Menurutnya, anak cenderung belajar dari apa yang dilihat dibandingkan sekadar mendengar nasihat.

“Pertama, pastikan orang tuanya puasa juga,” ujar Mira.

Ia menjelaskan, masih ada orang tua yang meminta anak berpuasa atau beribadah tanpa memberikan contoh langsung. Kondisi tersebut dinilai dapat membingungkan anak dan membuat mereka sulit memahami makna puasa secara utuh.

Selain memberi teladan, Mira menekankan pentingnya menyesuaikan puasa dengan usia dan kemampuan anak. Secara fisik, anak belum memiliki daya tahan seperti orang dewasa sehingga tidak perlu langsung berpuasa penuh.

Menurutnya, pengenalan puasa dapat dilakukan secara bertahap, misalnya dengan puasa setengah hari atau menunda makan dan minum selama beberapa jam agar anak tidak merasa terbebani.

Mira juga mengingatkan agar orang tua tidak menggunakan pendekatan ancaman, tekanan, atau menakut-nakuti saat mengajak anak berpuasa. Cara tersebut berisiko membuat anak mengaitkan puasa dengan rasa takut dan tekanan emosional.

Ia menyarankan pendekatan yang lebih empatik, seperti memahami keluhan anak ketika merasa lelah atau mengantuk saat sahur, serta memberikan dukungan secara tenang.

“Anak perlu diyakinkan bahwa mereka boleh mencoba puasa sesuai kemampuan,” katanya.

Mira menegaskan tujuan utama mengenalkan puasa pada anak adalah membangun pemahaman dan kebiasaan secara bertahap, sehingga puasa dapat dimaknai sebagai ibadah yang dijalani dengan kesadaran, bukan paksaan. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN