TOPPIS Jadi Andalan Pemkab Deli Serdang Kendalikan Harga Cabai

TOPPIS Jadi AndalaBupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, memanen cabai di Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin. (Foto: Sembiring/Mistar)n Pemkab Deli Serdang Kendalikan Harga Cabai
Deli Serdang, MISTAR.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang melakukan intervensi untuk mengendalikan harga cabai yang masih tinggi melalui Toko Pengendali dan Pantau Inflasi (TOPPIS).
TOPPIS tersebar di enam titik pasar tradisional. Pemkab Deli Serdang juga menggelar operasi pasar murah untuk membantu menjaga stabilitas harga di tingkat masyarakat.
Petani lokal turut dilibatkan sebagai pemasok cabai ke TOPPIS. Langkah tersebut sekaligus membuka ruang bagi petani untuk memperluas akses pasar.
Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan mengatakan, pembelian cabai melalui TOPPIS dibatasi maksimal satu kilogram per keluarga agar manfaat intervensi harga dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.
“Pembelian cabai di TOPPIS dibatasi maksimal satu kilogram per keluarga agar manfaat intervensi dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas,” ujar Asri usai panen cabai merah bersama di Dusun Kauman, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Selasa (15/9/2026).
Asri mengatakan, Pemkab Deli Serdang juga akan memperkuat kerja sama antardaerah untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga cabai.
Sementara itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mandiri Desa Sidodadi Ramunia, Sugiarto mengatakan, jumlah petani yang menanam cabai merah di Kecamatan Beringin terus bertambah.
Saat ini terdapat 11 kelompok dalam Gapoktan Mandiri. Sebelumnya, hanya lima kelompok yang menanam cabai. Kini seluruh kelompok telah mulai menanam sehingga luas tanam cabai semakin bertambah.
Peningkatan aktivitas tanam tersebut juga mulai berdampak pada kondisi keuangan kelompok yang semakin baik. Para petani turut menerapkan pengaturan pola tanam untuk membantu pengendalian hama.
“Kami sekarang rapat dulu sebelum tanam dan menyepakati kapan mulai tanam. Dengan pola tanam yang teratur, pengendalian hama juga lebih mudah dan panen bisa terus-menerus,” kata Sugiarto. (*)







































