Pelaku Usaha Daging Halal di Dairi Bidik Kemitraan dengan SPPG

Tim LPH MUI Pusat, MUI Dairi, Bidang Peternakan Dairi, dan penjual daging Sahabat Berampu (tengah) foto bersama di RPH Dairi. (Foto: Heppy Julius Manurung/Mistar)
Dairi, MISTAR.ID - Pelaku usaha penjualan daging halal di Kabupaten Dairi berharap dapat menjalin kemitraan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Harapan tersebut disampaikan Sahabat Berampu, penjual daging di Pusat Pasar Sidikalang, saat dikonfirmasi Mistar, Selasa (15/9/2026).
Sahabat mengaku telah memiliki sertifikat halal penjual daging, sertifikat juru potong hewan, serta sertifikat dokter hewan dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Menurut Sahabat, usaha miliknya telah melalui proses pemeriksaan terkait sertifikasi halal reguler. Dalam naskah disebut proses tersebut melibatkan auditor dari Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) MUI serta Ketua LPH Hidayahtullah, Muhammad Faisal.
UMKM Sahabat Berampu tercatat dengan nomor pendaftaran SH2026-1-2934790 dan beralamat di Pusat Pasar Potong Hewan Kerbau, Jalan Pekan, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.
"Untuk itu, kita sebagai penjual daging halal di Pasar Sidikalang berharap jadi mitra seluruh SPPG di Dairi guna mendorong perekonomian daerah. Terkait ketersediaan bahan, kita punya stok yang cukup sesuai kebutuhan menu MBG dua kali dalam satu minggu, bahkan lebih dari cukup. Jadi kita berharap SPPG jadi mitra kerja sama membangun pertumbuhan ekonomi di Dairi," kata Sahabat.
Untuk lebih memastikan proses tersebut, tim auditor LPH MUI yang dipimpin Muhammad Wahyu bersama Ketua MUI Dairi Wahlin Munthe, Bidang Peternakan Pemkab Dairi, serta Sahabat Berampu melakukan dan menyaksikan pemotongan kerbau di Rumah Potong Hewan (RPH) Dairi, Jalan Nusantara/Saroha, Sidikalang.
Terpisah, Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Dairi, Pahlawan Nasution, saat dikonfirmasi mengenai jumlah SPPG di Kabupaten Dairi mengatakan terdapat 72 unit, terdiri atas 39 SPPG aglomerasi dan 33 SPPG 3T.
"Namun SPPG aglomerasi yang sudah operasi aktif sebanyak 36 unit, dan tiga unit lagi menunggu persetujuan modal dari BGN pusat. Sementara SPPG 3T belum ada yang beroperasi, namun bangunan gedung sudah banyak yang rampung," kata Pahlawan. (*)
PREVIOUS ARTICLE
Sijaba Didorong Jadi Model Pertanian Terpadu di Tapanuli Utara






































