Polres Samosir Ungkap Identitas 4 Pria yang Ngaku Wartawan dan LSM Asal Siantar-Simalungun

Empat pria yang mengaku wartawan dan LSM, yakni AP, AA, PMS, dan ZK. (Foto: Pangihutan/Mistar)
Samosir, MISTAR.ID (16/9/2026) – Polres Samosir ungkap identitas 4 orang pria mengaku wartawan dan anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM) asal Siantar dan Simalungun.
Keempat pria itu diamankan karena diduga memeras kepala desa dan pihak sekolah di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. Keempatnya kini menjalani pemeriksaan di Polres Samosir.
Plt Kasi Humas Polres Samosir Brigpol Gunawan Situmorang membenarkan penangkapan tersebut.
"Benar, ada empat orang yang diamankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan di Unit Pidum Satreskrim Polres Samosir," kata Gunawan saat dikonfirmasi MISTAR.ID, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, polisi masih mendalami aktivitas keempat orang tersebut, termasuk dugaan permintaan uang kepada sejumlah kepala desa dan sekolah.
"Masih dalam proses pemeriksaan. Kami masih mendalami keterangan dari pihak terkait. Selanjutnya besok kami beritahukan hasil pemeriksaannya. Malam ini pemeriksaan dirampungkan," ujarnya.
Keempatnya diamankan di Desa Martoba, Kecamatan Simanindo, Rabu siang. Sebelumnya mereka mendatangi sejumlah desa dan sekolah dengan dalih mempertanyakan pertanggungjawaban Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), khususnya program ketahanan pangan.
Ketua APDESI Kecamatan Simanindo Jannes Rumahorbo menyebut desa yang didatangi antara lain Desa Garoga, Tomok Parsaoran, Unjur, Martoba, Parmonangan, dan Tomok Induk.
"Pertama mereka datang ke kepala desa dan meminta Rp4 juta. Mereka mengatakan uang itu supaya kasus tidak dinaikkan," kata Jannes saat mengantar keempatnya ke Mako Polres Samosir.
Modusnya berbeda-beda. Di Desa Garoga Rp1 juta, Tomok Parsaoran Rp1 juta, Unjur Rp600 ribu, Tomok Induk Rp200 ribu, dan SMA Negeri 1 Ambarita Rp700 ribu. Di Kantor Desa Parmonangan, mereka meminta makan.
Jannes mengetahui kejadian itu setelah ditelepon sekretaris desanya saat sedang membagikan masker di SMA Negeri 1 Ambarita.
"Saat saya di SMA Negeri 1 Ambarita membagikan masker, sekdes saya menelepon dan memberitahukan ada wartawan dan LSM yang meminta pertanggungjawaban BUMDes ketahanan pangan," katanya.
Sekretaris Desa Unjur Roywijaya Manik membenarkan kedatangan mereka."Di Desa Unjur mereka meminta Rp600 ribu," kata Roywijaya.
Karena meresahkan, APDESI Simanindo kemudian melapor ke polisi. Adapun identitas keempatnya adalah AP (53), warga Jombang Ratus, Kecamatan Jombang Hataran, Kabupaten Simalungun; PMS (50), warga Batu XI, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun; ZK (44), warga Sumber Jaya, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar; dan AA (43), warga Batu XI, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun.
Hingga berita ini dikirim pukul 21.01 WIB, keempatnya masih diperiksa di Satreskrim Polres Samosir. (hm02)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER








































