Dari Atap untuk Bumi: 16 Gerai Trans Retail Resmi Pakai PLTS, Kapasitas Tembus 12 MW

Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dapat memberikan pengaruh positif terhadap lingkungan melalui pengurangan jejak emisi karbon operasional bisnis. Hal ini menjadikan PLTS sebagai pilihan yang tepat bagi bisnis yang ingin beroperasi secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.(Foto: sunenergy.id)
Jakarta, MISTAR.ID (15/9/2026) - Trans Retail Indonesia mempercepat transformasi menuju ritel hijau melalui pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap.
Inisiatif tersebut telah direncanakan sejak 2019, sebelum pandemi Covid-19. Namun, realisasi sempat tertunda karena kendala investasi dan kekuatan struktur atap gerai.
"Prosesnya sebenarnya sebelum pandemi kita sudah berinisiatif memasang panel ini, tahun 2019," kata Direktur Project Development Trans Retail Indonesia, Leonardus Palayukan, saat peresmian PLTS Atap di Transmart Cempaka Putih, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Setelah kajian struktur selama tiga hingga empat tahun, pemasangan baru dimulai bertahap pada 2023. Instalasi pertama di Trans Studio Mall Bandung, dilanjutkan Cibubur dan Makassar, lalu diperluas ke jaringan Transmart.
Kini, PLTS telah terpasang di 16 lokasi yang terdiri dari 13 gerai Transmart dan tiga Trans Studio Mall, dengan total kapasitas lebih dari 12 megawatt (MW) yang tersebar di 14 kota dan 11 provinsi.
Khusus di 13 Transmart, luas atap yang dimanfaatkan mencapai 90.600 meter persegi dengan sekitar 21 ribu panel surya.
Direktur HR dan Public Relations Trans Retail Indonesia, Satria Hamid, menegaskan langkah ini bukan sekadar efisiensi energi, melainkan strategi bisnis berkelanjutan.
"Transmart dan Trans Studio Mall akan berupaya menjadi platform dari konsep green retail itu sendiri," ujar Hamid.
Ritel hijau adalah konsep bisnis yang meminimalkan dampak lingkungan melalui efisiensi energi, pengurangan limbah, dan operasional berkelanjutan.
Pemanfaatan PLTS memberikan tiga keuntungan utama. Dari sisi lingkungan, mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan menekan emisi karbon. Dari sisi sosial, menciptakan lapangan kerja baru di sektor energi terbarukan.
Dari sisi tata kelola, memperkuat penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance) yang kini menjadi perhatian investor dan konsumen.
Secara finansial, PLTS juga menawarkan efisiensi biaya operasional jangka panjang karena biaya perawatan yang rendah dan stabilitas pasokan energi.
Trans Retail berencana memperluas pemasangan ke jaringan lainnya. Langkah ini sejalan dengan target bauran energi pemerintah sebesar 23 persen pada 2025 dan netral karbon pada 2060. (CNN/sunenergy.id/hm02)








































