Wednesday, September 16, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Hasan Nasbi Singgung Prabowo dan Anwar Ibrahim Saat Bahas Pergantian Jabatan

Mistar.idRabu, 16 September 2026 pukul 15.52 WIB
hasan_nasbi_singgung_prabowo_dan_anwar_ibrahim_saat_bahas_pergantian_jabatan

Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi. (foto:fajar/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (16/9/2026) — Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menyinggung perjalanan politik Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat membahas pergantian pejabat dalam pemerintahan.

Pernyataan Hasan Nasbi muncul di tengah sorotan publik terhadap pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari posisi Menteri Keuangan. Prabowo mengganti Purbaya dengan Suahasil Nazara, Senin (14/9/2026).

Hasan mengatakan, kehilangan jabatan tidak selalu berarti berakhirnya perjalanan politik seseorang. Ia kemudian menggunakan pengalaman Prabowo dan Anwar Ibrahim sebagai contoh bahwa karier politik dapat berlangsung panjang dan mengalami berbagai perubahan posisi.

Hasan Nasbi: Jabatan Bukan Akhir Perjalanan Politik

Dalam pernyataannya yang disampaikan melalui video di akun YouTube pribadinya, Hasan meminta publik melihat pergantian jabatan dalam perspektif perjalanan politik yang lebih panjang.

Menurut Hasan, seseorang yang diberhentikan dari sebuah posisi tidak otomatis kehilangan kesempatan untuk kembali berkiprah.

Ia kemudian mengingatkan bahwa Prabowo juga pernah mengalami fase ketika kariernya di militer berakhir sebelum kemudian melanjutkan perjalanan di dunia politik hingga akhirnya menjadi presiden.

Hasan menyampaikan gagasan bahwa seseorang dapat mengalami lebih dari satu fase dalam perjalanan politiknya.

Nama Anwar Ibrahim turut disebut sebagai contoh lain.

Kisah Anwar Ibrahim yang Disinggung Hasan Nasbi

Perjalanan politik Anwar Ibrahim memang berlangsung panjang dan penuh perubahan.

Anwar pernah menjadi Wakil Perdana Menteri Malaysia pada 1993 hingga 1998. Anwar diberhentikan dari jabatan pemerintahan pada 1998 di tengah konflik politik dengan Perdana Menteri Mahathir Mohamad, yang antara lain berkaitan dengan perbedaan pandangan mengenai penanganan krisis keuangan Asia.

Setelah kehilangan jabatan, Anwar kemudian menjalani periode panjang sebagai tokoh oposisi. Kantor Perdana Menteri Malaysia mencatat Anwar menjadi pemimpin oposisi pada periode 2008-2015 dan kembali pada 2020-2022.

Perjalanan tersebut akhirnya membawanya ke posisi tertinggi pemerintahan. Pada 24 November 2022, Anwar dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia ke-10.

Karena itu, kisah Anwar yang pernah kehilangan posisi strategis tetapi kemudian kembali ke pusat kekuasaan menjadi ilustrasi yang digunakan Hasan untuk menjelaskan panjangnya perjalanan politik.

Dari Prabowo hingga Purbaya

Pernyataan Hasan disampaikan ketika pencopotan Purbaya dari kursi Menteri Keuangan masih menjadi perhatian.

Purbaya diberhentikan pada 14 September 2026 setelah sekitar satu tahun menjabat Menteri Keuangan. Presiden Prabowo kemudian menunjuk Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara sebagai penggantinya.

Purbaya sendiri mengaku kecewa dengan keputusan tersebut. Dalam pernyataannya setelah pencopotan, ia mengatakan sudah memperkirakan kemungkinan dirinya diberhentikan, meski tetap merasa kecewa ketika keputusan itu benar-benar terjadi.

Di tengah situasi tersebut, Hasan Nasbi membawa pembahasan ke konteks yang lebih panjang: sebuah jabatan pemerintahan merupakan satu bagian dari perjalanan politik, bukan selalu tujuan akhir.

Contoh yang ia gunakan bukan hanya Prabowo, tetapi juga Anwar Ibrahim yang mengalami perubahan drastis dalam karier politiknya sebelum akhirnya menjadi kepala pemerintahan Malaysia.

Siapa Hasan Nasbi?

Hasan Nasbi dikenal sebagai konsultan politik dan pendiri lembaga survei Cyrus Network. Ia lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 11 Oktober 1979 dan menempuh pendidikan Ilmu Politik di Universitas Indonesia.

Sebelum masuk ke lingkar pemerintahan, Hasan memiliki pengalaman sebagai peneliti dan konsultan politik. Ia juga dikenal luas setelah terlibat sebagai salah satu juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.

Pada Agustus 2024, Hasan ditunjuk sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan. Dalam posisi tersebut, ia menjadi salah satu figur yang berperan dalam komunikasi pemerintah dan penyampaian informasi mengenai kebijakan Presiden Prabowo.

Hasan kemudian keluar dari posisi tersebut pada 2025. Setelah itu, ia ditunjuk sebagai Komisaris PT Pertamina pada September 2025.

Perjalanan Hasan kembali berubah pada April 2026. Prabowo melantiknya sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, posisi yang masih diembannya saat memberikan pernyataan mengenai perjalanan politik dan pergantian jabatan tersebut.

Dengan rekam jejak tersebut, Hasan sendiri menjadi contoh bahwa posisi seseorang dalam pemerintahan dapat berubah seiring dinamika politik. Dari konsultan politik, masuk ke pemerintahan, meninggalkan jabatan, kemudian kembali ke lingkar Presiden sebagai penasihat khusus.

Dalam konteks itulah Hasan mengangkat kisah Prabowo dan Anwar Ibrahim saat menanggapi perdebatan mengenai pergantian pejabat.

Pesannya, pergantian jabatan perlu dilihat sebagai salah satu fase dalam perjalanan politik yang lebih panjang.

(kemenkeu/reuters/[email protected]/setneg/*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN