Diduga Asal Jadi, BPKP Diminta Audit Menyeluruh Proyek Gerai KDKMP di Dairi

KDMP Desa Bintang Mersada Kecamatan Sidikalang. (foto: julius/mistar)
Dairi, MISTAR.ID - Pengamat pembangunan Robinson Simbolon, meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Repuplik Indonesia RI mengaudit pelaksanaan fisik proyek bangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Dairi yang diduga asal jadi.
"Saya mengamati hasil pembangungan KDKMP di Dairi asal dikerjakan. Baik dari konstruksi dan lokasinya tidak mendukung prospek usaha. Maaf ya, saya menduga proyek KDKMP ini ladang korupsi. Karena informasi di lapangan dana biaya pembangunan yang diberikan kepada pihak ketiga bervariasi, mulai dari Rp900 juta sampai Rp1,1 miliar. Ini masih sebatas informasi ya, soal kebenarannya relatif," ujar Robinson, Rabu (16/9/2026).
Ia juga menyayangkan kondisi sejumlah bangunan KDKMP saat ini bagaikan bangunan tak bertuan. Konstruksinya banyak yang sudah rusak, dan ada asal-asalan. Ia mencontohkan bangunan KDKMP Desa Bintang Mersada di Kecamatan Sidikalang.
"Bangunannya terlihat asal jadi, tapi mengenai spek yang sebenarnya kita kurang paham. Biar lah pihak yang berwenang menilai melakukan audit menyeluruh," kata Robinson.
Permintaan ini dikuatkan Robinson, karena BPKP saat ini sedang gencar melakukan audit langsung proyek fisik KDKMP di seluruh indonesia.
Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Perindagkop Dairi, Ronal Sitopu, mengatakan gerai KDKMP di Dairi sudah berdiri 34 unit. Dikatakan Ronal, Kementerian Koperasi (Kemenkop) UMKM mendesak percepatan pelaksanaan bangunan KDKMP yang harus rampung akhir Desember 2026.
Desakan itu disampaikan Kemenkop UMKM lewat zoom yang dilakukan dua kali dalam satu minggu secara rutin.
"Kemenkop UMKM terus mendesak percepatan pemabangunan KDKMP setiap zoom. Kami terus dimintai laporan perkembangan di lapangan. Cuma kami tidak bisa cek fisik, hanya minta laporan juga, kemudian kami teruskan ke Kemenkop," kata Ronal.
Koordinator dan Pengawas dari PT Agrinas untuk Kabupaten Karo, Dairi dan Pakpak Bharat, Deddy JF Siagian, ketika dikonfrimasi perihal ini belum merespons. Konfirmasi Mistar lewat nomor WhatsApp +62 822-XXXX-X038, Rabu (16/8/2026), belum dibalas.







































