Abu Vulkanik Bisa Masuk Paru-paru, Dokter RSUP Adam Malik: Jangan Anggap Biasa

dr Muhammad Harbi Praditya, M.Ked(Paru), Sp.P saat Podcast Mistar. (Foto: Berry/Mistar)
Medan, MISTAR.ID – Dokter Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan, dr Muhammad Harbi Praditya, M.Ked(Paru), Sp.P mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap abu vulkanik sebagai debu biasa. Partikel abu vulkanik dapat terhirup hingga masuk ke saluran napas bawah dan paru-paru.
Harbi menjelaskan, secara medis abu vulkanik dari erupsi gunung merupakan campuran partikel mineral dengan ukuran yang sangat bervariasi. Sebagian partikelnya berukuran cukup halus sehingga dapat terhirup hingga ke paru-paru.
“Sebagian partikelnya cukup halus dan dapat terhirup sampai ke saluran napas bawah maupun paru-paru. Jadi jangan dianggap hanya sebagai debu biasa,” ujarnya kepada Mistar, Selasa (15/9/2026).
Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi itu mengatakan, abu vulkanik yang terhirup dapat menimbulkan berbagai efek pada saluran pernapasan. Keluhan yang muncul antara lain hidung dan tenggorokan terasa perih, batuk, berdahak, suara serak hingga rasa tidak nyaman atau sesak di dada.
“Pada paparan yang lebih berat, dapat timbul penyakit mengi atau bronkospasme. Selain itu masyarakat yang memang sudah mempunyai penyakit paru sebelumnya harus hati-hati,” katanya.
Harbi menyebut masyarakat yang memiliki penyakit asma atau Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) perlu lebih berhati-hati. Abu vulkanik dapat menjadi pencetus eksaserbasi sehingga batuk, mengi dan sesak yang dialami menjadi lebih berat.
Menurut alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara itu, semakin banyak abu vulkanik yang terhirup, semakin besar pula beban iritasi pada saluran pernapasan.
“Sederhananya, makin banyak abu vulkanik terhirup oleh pernapasan, semakin besar beban iritasi pada saluran pernapasan,” ucapnya.
Harbi menambahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyebut erupsi gunung api dapat menyebabkan penyakit pernapasan akut maupun memperburuk penyakit pernapasan yang sudah ada sebelumnya.
“WHO pun menyebutkan bahwa erupsi gunung api dapat menyebabkan penyakit pernapasan akut maupun memperburuk penyakit pernapasan yang sudah ada sebelumnya,” ucapnya.[]









































