Nama Sekretaris Dinas Pendidikan Deli Serdang Dicatut untuk Pesan Nasi Kotak

Profil Samsuar Sinaga digunakan pelaku untuk melakukan pemesanan nasi kotak dalam jumlah besar. (foto:dokumen Samsuar/ mistar)
Deli Serdang, MISTAR.ID (15/9/2026) - Nama Sekretaris Dinas Pendidikan Deli Serdang Samsuar Sinaga dicatut oleh orang tidak dikenal untuk melakukan pemesanan nasi kotak dalam jumlah besar.
Sejumlah rumah makan dan pelaku usaha makan-minum di Kabupaten Deli Serdang dikabarkan menerima komunikasi melalui WhatsApp dari seseorang yang mengatasnamakan pejabat dari Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang.
Dari sejumlah tangkapan layar percakapan yang beredar, nomor WhatsApp +62 858-3919-8029 terlihat menghubungi pelaku usaha dan melakukan komunikasi terkait pemesanan nasi kotak dalam jumlah besar.
Dalam salah satu percakapan, pihak penelepon mengaku berasal dari Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang. Saat ditanyakan jumlah pesanan, pihak penelepon menyebut membutuhkan sekitar 200 kotak nasi untuk tanggal 16 dan 17 September 2026.
Pada tangkapan layar lainnya, nomor tersebut terlihat beberapa kali melakukan panggilan suara dan mengirimkan dokumen berjudul "Formulir Kerja Sama Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang". Penelepon juga meminta formulir diisi lengkap dan ditandatangani agar dapat segera diajukan kepada pimpinan.
Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang telah memastikan bahwa nomor WhatsApp tersebut bukan merupakan nomor milik Samsuar Sinaga, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang.
Dengan adanya ketidaksesuaian identitas tersebut, komunikasi yang mengatasnamakan pejabat Dinas Pendidikan ini diduga merupakan modus penipuan dengan mengatasnamakan pejabat atau instansi pemerintah.
Samsuar Sinaga membenarkan jika ada pihak yang mencatut namanya seolah dirinya melakukan pemesanan nasi kotak dalam jumlah besar.
Dan itu menurut Samsuar sudah terjadi seminggu lalu.
"Ada tiga nomor handphone yang berlainan yang digunakan pelaku seolah nomor milik saya. Ketiga nomor itu sepertinya kartu seluler habis buang," tambah Samsuar saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2026) malam.
Bahkan tadi, lanjut Samsuar, datang pemilik rumah ayam penyet dari Kecamatan Beringin.
"Pemilik usaha ayam penyet itu menemui saya dan mengatakan bahwa saya sudah tua, namun yang menelepon mengaku nama saya terdengar seperti anak remaja. Saat ditanya mereka di mana, posisi dijawab pelaku di Jambi," ungkap Samsuar.
Dalam kasus ini, Samsuar mengaku sudah menyampaikan ke grup dinas bahwa permintaan nasi kotak itu tidak benar sama sekali. Karena dirinya belum pernah melakukan seperti yang disebutkan oleh pelaku.
Samsuar pun mengimbau khususnya pemilik rumah makan dan pelaku usaha, untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Jangan terburu-buru mengirimkan uang, data pribadi, dokumen usaha, maupun memenuhi permintaan lainnya sebelum melakukan verifikasi melalui kontak resmi instansi terkait," tutup Samsuar.
Ia pun berharap kepada warga masyarakat jika menemukan komunikasi serupa, simpan screenshot percakapan, nomor pengirim, dokumen yang dikirim, serta bukti transaksi apabila ada, dan laporkan kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti. (hm27)







































