Gagal Nego Rp4 Juta, 4 Wartawan dan LSM Gadungan Pemeras Kades di Samosir Diciduk

Ilustrasi, berkas kantor desa, kartu pers dan kartu LSM gadungan. (Foto ilustrasi: maris/meta ai/mistar.id)
Samosir, MISTAR.ID – Empat orang yang mengaku wartawan dan anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM) diciduk Polres Samosir. Mereka diduga memeras kepala desa dan pihak sekolah di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir.
Keempat pelaku diamankan di Desa Martoba, Rabu (16/9/2026). Modusnya, mendatangi desa dan sekolah dengan dalih mengaudit pertanggungjawaban Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) program ketahanan pangan.
Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Simanindo, Jannes Rumahorbo, mengatakan desa yang disasar meliputi Garoga, Tomok Parsaoran, Unjur, Martoba, Parmonangan, dan Tomok Induk.
"Pertama mereka datang ke kepala desa dan meminta Rp4 juta. Katanya supaya kasus tidak dinaikkan," ujar Jannes saat mengantar keempat orang itu ke Mako Polres Samosir.
Nominal yang diminta berbeda-beda. Di Desa Garoga Rp1 juta, Tomok Parsaoran Rp1 juta, Unjur Rp600 ribu, Tomok Induk Rp200 ribu, dan di SMA Negeri 1 Ambarita Rp700 ribu. Bahkan di Kantor Desa Parmonangan mereka hanya meminta makan.
Jannes mengetahui aksi itu saat membagikan masker di SMA Negeri 1 Ambarita. Sekretaris desanya menelepon dan melaporkan ada oknum wartawan dan LSM yang mempersoalkan BUMDes.
Sekretaris Desa Unjur, Roywijaya Manik, membenarkan desanya didatangi. "Di Desa Unjur mereka meminta Rp600 ribu," katanya.
Merasa resah karena aksi serupa terjadi di banyak tempat, Apdesi Simanindo melapor ke polisi. "Karena sudah terjadi di beberapa desa, kami laporkan ke Polsek," kata Jannes.
Kini keempat orang tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif di Unit Pidum Satreskrim Polres Samosir. (hm02)
PREVIOUS ARTICLE
Siswi SMKN 1 Merdeka Keracunan MBG Akan Dirujuk ke RS di Medan







































