UINSU Medan Raih Predikat Platinum dalam UI GreenMetric 2026

Rektor UINSU Medan menerima sertifikat dari UI GreenMetric 2026. (Foto: Humas UINSU/MISTAR)
Medan, MISTAR.ID (16/9/2026) - Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan meraih Certificate of Compliance dengan predikat Platinum sekaligus memperoleh UI GreenMetric Trees Rating sebesar 2,5 dari 5 Trees.
Capaian tersebut diraih setelah UINSU Medan terus berkomitmen mewujudkan transformasi kampus yang hijau, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Transformasi tersebut diperoleh atas keberhasilan UINSU Medan memenuhi tujuh pilar penilaian utama UI GreenMetric yang kini mencakup setting and infrastructure, energy and climate change, waste, water, transportation, education, serta governance and digitalization.
Tujuh aspek tersebut memperluas cakupan penilaian, mulai dari kondisi fisik kampus hingga pengelolaan program keberlanjutan secara institusional berbasis teknologi.
Rektor UINSU Medan, Prof. Nurhayati, mengatakan capaian tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat gerakan keberlanjutan di lingkungan kampus.
“Alhamdulillah, tahun 2026 UINSU Medan mendapat Certificate of Compliance dari UI GreenMetric dengan predikat Platinum, juga meraih Trees Rating 2,5 dari 5 Trees,” katanya, Rabu (16/9/2026).
Nurhayati menjelaskan, dalam membangun ekosistem perguruan tinggi yang lebih ramah lingkungan, UINSU Medan telah melakukan berbagai upaya penghijauan. Di antaranya efisiensi energi, transportasi, pengelolaan sampah dan air, hingga integrasi nilai-nilai keberlanjutan dalam pendidikan dan riset.
“Pencapaian ini kita harapkan menjadi pijakan untuk meningkatkan standar keberlanjutan di tahun-tahun yang akan datang. Jangan berhenti sebagai pencapaian administratif belaka,” ucapnya.
Sertifikat yang ditandatangani Chairperson UI GreenMetric, Dr Vishnu Juwono, di Depok pada 16 Juli 2026 itu juga diharapkannya dapat memicu semangat lebih besar dari seluruh civitas akademika untuk terus menghadirkan kampus yang hijau dan inklusif.
“Apresiasi ini harus dipandang sebagai dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pelestarian lingkungan dan energi bersih. Dampaknya tidak hanya dirasakan di dalam perguruan tinggi, tetapi juga meluas bagi masyarakat,” tuturnya.
Melalui kolaborasi erat antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan mitra, Nurhayati optimistis pihaknya dapat terus merawat ekosistem pendidikan yang inovatif, sehat, dan berwawasan lingkungan demi masa depan generasi mendatang.
Sebagai informasi, UI GreenMetric yang diinisiasi Universitas Indonesia sejak 2010 tersebut bertujuan mendorong keseriusan perguruan tinggi di berbagai negara dalam meningkatkan kebijakan serta praktik kampus berkelanjutan, termasuk pengelolaan lingkungan, energi, limbah, pendidikan, hingga tata kelola kelembagaan.
UI GreenMetric secara global telah berkembang menjadi platform benchmarking keberlanjutan perguruan tinggi dengan cakupan yang luas. Berdasarkan data resmi UI GreenMetric 2026, tercatat sebanyak 1.745 institusi dari 105 negara turut berpartisipasi dalam pemeringkatan tersebut.








































