Wednesday, September 16, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Mendiktisaintek Usulkan Alumni KIP Kuliah Himpun Beasiswa untuk Adik Kelas

Mistar.idRabu, 16 September 2026 pukul 15.36 WIB
mendiktisaintek_usulkan_alumni_kip_kuliah_himpun_beasiswa_untuk_adik_kelas

Wamendiktisaintek Stella Christie dan Fauzan, serta Mendiktsaintek Brian Yuliarto usai peluncuran platform SatuBeasiswa Indonesia di Kemdiktisaintek, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2026). (foto: Kompas.com/Melvina Tionardus)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengusulkan agar alumni penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang telah sukses ikut menghimpun beasiswa untuk membantu mahasiswa generasi berikutnya.

Ajakan itu disampaikan Brian dalam peluncuran platform SatuBeasiswa Indonesia di Gedung Kemdiktisaintek, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2026).

"Kita mendorong, menstimulus yang dulunya penerima beasiswa, untuk juga jangan lupa, kalau sudah jadi orang berhasil, bantu dong adik-adik kelasnya," ujar Brian, dilansir dari Kompas.com.

Brian mengatakan dirinya juga pernah menjadi penerima beasiswa saat menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB). Saat itu, ia menerima bantuan sebesar Rp300 ribu per semester.

Menurutnya, semangat gotong royong dapat dikembangkan di kalangan alumni penerima KIP Kuliah yang kini telah lulus, bekerja, dan memiliki kemampuan finansial.

"Jadi barangkali beasiswa KIP K ini kan sudah banyak yang lulus, sudah banyak yang bekerja, sudah ada yang berhasil. Nah barangkali kita bisa bikin satu chamber dari KIP K untuk KIP K," katanya.

Melalui skema tersebut, alumni KIP Kuliah yang telah berhasil dapat mengumpulkan dana beasiswa yang kemudian disalurkan kepada mahasiswa yang membutuhkan.

Brian menilai pola itu dapat membuat budaya gotong royong dan saling membantu menjadi lebih terstruktur.

Program KIP Kuliah sendiri mulai dijalankan pada 2020. Sebelumnya, bantuan pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu dikenal melalui program Bidikmisi yang berjalan sejak 2010.

Selain melibatkan alumni penerima beasiswa, Brian juga menggagas konsep "Beasiswa Asuh" yang terinspirasi dari Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA).

Menurutnya, masyarakat yang ingin membantu mahasiswa dapat memilih bentuk dan besaran bantuan, misalnya pembiayaan selama satu tahun atau hingga mahasiswa menyelesaikan kuliah.

Ia mencontohkan bantuan dapat dibuat dalam kategori tertentu, seperti Rp10 juta hingga Rp12 juta.

Namun, Brian menekankan pengelolaan dana tersebut harus dilakukan secara transparan dan diaudit setiap tahun agar mendapat kepercayaan masyarakat.

Ia berharap semakin banyak pihak terlibat dalam pembiayaan pendidikan sehingga mahasiswa dari keluarga kurang mampu tetap dapat menyelesaikan pendidikan tinggi.

"Mari kita bersama-sama bergotong royong untuk menginvestasikan, menyiapkan talenta-talenta masa depan Indonesia," ujarnya.

Brian berharap semakin banyak anak Indonesia dapat mengenyam pendidikan tinggi tanpa khawatir putus kuliah akibat keterbatasan ekonomi.

Sementara itu, platform SatuBeasiswa Indonesia memuat informasi beasiswa dalam dan luar negeri untuk mempertemukan pencari beasiswa dengan pemberi beasiswa.

Per 11 September 2026, platform tersebut mencatat 465 program dan pemberi beasiswa telah menjadi mitra dengan total nilai bantuan mencapai Rp1,1 triliun. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN