Wednesday, September 16, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

AC Milan vs Benfica: Prediksi Starting XI, Ruben Amorim Siapkan Kejutan?

Mistar.idRabu, 16 September 2026 pukul 20.11 WIB
ac_milan_vs_benfica_prediksi_starting_xi_ruben_amorim_siapkan_kejutan

AC Milan vs Benfica di Stadion Giuseppe Meazza, Kamis (17/9/2026) pukul 02.00 WIB. (foto iluetrasi:bbc/wikipedia/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (16/9/2026) — AC Milan membuka kiprahnya di Liga Europa 2026/27 dengan ujian berat. Rossoneri menjamu Benfica di Stadion Giuseppe Meazza, Kamis (17/9/2026) pukul 02.00 WIB, dalam duel dua klub bersejarah Eropa yang sama-sama membawa ambisi besar.

Pertandingan ini menjadi laga pertama Milan di fase liga kompetisi Eropa musim ini. Sorotan utama mengarah kepada Rúben Amorim, yang berpeluang melakukan rotasi sekaligus menguji sejumlah pemain dalam skema 3-4-2-1 andalannya.

Menariknya, Amorim akan menghadapi Benfica, klub yang pernah menjadi bagian penting dalam kariernya sebagai pemain.

Amorim dan Ramos Punya Cerita dengan Benfica

Amorim memperkuat Benfica pada 2008 hingga 2017 dan mencatat lebih dari 150 penampilan sebelum mengakhiri karier sebagai pemain.

Kini, ia berdiri di sisi berlawanan sebagai pelatih Milan.

Cerita serupa juga melekat pada Gonçalo Ramos. Penyerang Portugal tersebut meninggalkan Paris Saint-Germain dan bergabung dengan Milan pada musim panas 2026 setelah sebelumnya menimba ilmu di akademi Benfica dan mencatat lebih dari 100 penampilan bersama tim senior.

Ramos berpotensi menjadi salah satu pemain yang paling disorot dalam duel ini. Jika dimainkan, ia akan menghadapi klub yang turut membentuk perjalanan kariernya.

UEFA memasukkan Ramos dalam skuad Milan untuk Liga Europa bersama nama-nama seperti Christian Pulisic, Samuel Chukwueze, Francesco Camarda, dan sejumlah pemain lainnya.

Milan Belum Kalah, tetapi Masih Mencari Kemenangan

Milan memasuki pertandingan dengan catatan belum terkalahkan pada awal musim. Namun, dua laga terakhir di Serie A berakhir dengan hasil imbang.

Setelah ditahan Juventus 1-1, Milan kembali gagal menang saat menghadapi Lazio. Rossoneri sempat tertinggal 0-2 di Olimpico sebelum bangkit dan menyamakan kedudukan 2-2 melalui dua gol Diego Moreira.

Christian Pulisic dan Adrien Rabiot turut berperan dalam proses terciptanya gol setelah masuk dari bangku cadangan.

Hasil tersebut menunjukkan kemampuan Milan untuk bangkit, tetapi juga menyisakan pekerjaan rumah bagi Amorim, terutama dalam menjaga konsistensi permainan sejak menit awal.

Karena itu, rotasi pemain menjadi salah satu hal yang patut dinantikan saat Milan menghadapi Benfica.

Benfica Datang dengan Lini Depan Produktif

Benfica justru membawa momentum positif ke San Siro. Tim Portugal tersebut baru saja mengalahkan Gil Vicente 3-1 pada Minggu (13/9/2026).

Sempat tertinggal lebih dahulu, Benfica mampu membalikkan keadaan. Vangelis Pavlidis menjadi salah satu pemain kunci dan dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan oleh klub.

Produktivitas menjadi senjata utama Benfica. Sebelum bertemu Milan, As Águias disebut telah mencetak 18 gol dalam lima pertandingan.

Pavlidis menjadi ancaman utama di lini depan, sementara talenta muda Gianluca Prestianni juga patut diperhatikan setelah mencetak gol dalam kemenangan atas Gil Vicente.

Milan pun dituntut menjaga organisasi pertahanan sekaligus mengantisipasi tekanan Benfica yang memiliki daya ledak tinggi di lini serang.

Duel Dua Nama Besar Eropa

Milan dan Benfica memiliki sejarah panjang di kompetisi Eropa. Keduanya bahkan pernah bertemu dalam pertandingan besar, termasuk final Piala Champions Eropa.

Media Spanyol AS menyebut pertemuan ini sebagai "clásico europeo", merujuk pada sejarah panjang kedua klub di pentas kontinental.

Namun, kali ini duel tersebut berlangsung di Liga Europa. Milan dan Benfica sama-sama tidak tampil di Liga Champions musim ini dan menjadi bagian dari 36 klub yang mengikuti fase liga Liga Europa 2026/27.

Dalam format baru tersebut, setiap klub memainkan delapan pertandingan menghadapi lawan yang berbeda.

Prediksi Starting XI AC Milan vs Benfica

Amorim diperkirakan tetap menggunakan formasi 3-4-2-1, meski sejumlah perubahan pemain bisa dilakukan dibandingkan laga melawan Lazio.

Mike Maignan diprediksi tetap menjadi pilihan di bawah mistar. Di depannya, Fikayo Terracciano, Koni De Winter, dan Strahinja Pavlovic diproyeksikan mengisi tiga posisi bek tengah.

Samuel Chukwueze dan Yunus Musah berpotensi menempati sisi sayap, dengan Ardon Jashari serta Davide Bartesaghi berada di area tengah.

Dua pemain di belakang penyerang kemungkinan diisi Omari Hutchinson dan Alphadjo Cissé. Sementara itu, Gonçalo Ramos diproyeksikan menjadi ujung tombak.

Jika prediksi tersebut tepat, Christian Pulisic, Luka Modric, Diego Moreira, dan Mario Gila berpotensi memulai pertandingan dari bangku cadangan.

Prediksi AC Milan (3-4-2-1):

Maignan; Terracciano, De Winter, Pavlovic; Chukwueze, Musah, Jashari, Bartesaghi; Hutchinson, Cissé; Gonçalo Ramos.

Di kubu Benfica, Anatoliy Trubin diperkirakan tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar. Nama-nama seperti Alexander Bah, Tomás Araújo, Samuel Dahl, dan Vangelis Pavlidis juga masuk dalam skuad resmi UEFA untuk Liga Europa.

Amorim Diuji di Panggung Eropa

Laga AC Milan vs Benfica menjadi kesempatan pertama bagi Amorim untuk menguji skema 3-4-2-1 miliknya di kompetisi Eropa bersama Rossoneri.

Milan memiliki keuntungan bermain di hadapan publik San Siro, tetapi Benfica datang dengan kepercayaan diri dan lini depan yang sedang produktif.

Pertandingan ini bukan sekadar duel pembuka Liga Europa. Pertemuan Amorim dan Ramos dengan mantan klub mereka turut memberikan bumbu tersendiri dalam duel dua raksasa sepak bola Eropa tersebut.

Catatan: Susunan pemain di atas merupakan prediksi, bukan line-up resmi. Starting XI final baru dapat dipastikan setelah kedua tim mengumumkannya menjelang kick-off. Data jadwal dan skuad mengacu pada UEFA, dengan perkembangan tim dilengkapi informasi dari klub dan laporan media.

(uefa/acmilan/benfica/reuters/*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN