Potensi Lidi Deli Serdang 16.183 Ton per Tahun, 445 Pelaku UMKM Dapat Akses KUR

Webseries Go Ekspor Barantin yang digelar Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Utara. (foto: Diskominfostan Deli Serdang)
Deli Serdang, MISTAR.ID - Kabupaten Deli Serdang memiliki potensi produksi lidi bersih yang diperkirakan mencapai 16.183 ton per tahun. Potensi tersebut didukung areal perkebunan kelapa sawit seluas 18.162,23 hektare yang tersebar di 22 kecamatan.
Sentra penghasil lidi terbesar berada di Kecamatan STM Hilir, Hamparan Perak, STM Hulu, dan Bangun Purba. Potensi tersebut juga didukung perkebunan kelapa seluas 3.862,02 hektare.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang mendorong pengembangan dan hilirisasi komoditas lidi seiring meningkatnya nilai ekspor lidi Sumatera Utara yang mencapai Rp197,29 miliar hingga awal September 2026. Nilai tersebut meningkat dibandingkan sepanjang 2025 yang tercatat Rp108,42 miliar.
Hal itu disampaikan Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan saat mengikuti Webseries Go Ekspor Barantin #10 yang digelar Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Utara (Karantina Sumut), Rabu (16/9/2026).
“Kabar ini menjadi surprise bagi saya, dari lidi bisa mempunyai pasar ekspor yang luar biasa. Apalagi Deli Serdang menjadi salah satu penyumbangnya,” ujarnya.
Untuk memperkuat sektor usaha, sebanyak 445 pelaku UMKM lidi yang tersebar di 17 kecamatan telah mendapatkan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta pembinaan literasi keuangan dari Dinas Koperasi dan UKM Deli Serdang.
Pemkab Deli Serdang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga mendorong hilirisasi agar lidi tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah. Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan kerajinan anyaman lidi, bantuan peralatan produksi, serta promosi produk olahan melalui berbagai pameran dan fasilitas publik.
Berdasarkan data Karantina Sumut, volume ekspor lidi hingga awal September 2026 mencapai 23,26 juta kilogram dengan negara tujuan utama Pakistan, China, dan Vietnam.
Pakistan menjadi pasar terbesar. Pada 2025, pengiriman lidi Sumatera Utara ke negara tersebut mencapai lebih dari 24 juta kilogram.
Selain tiga negara tersebut, lidi Sumatera Utara juga telah menjangkau Malaysia, Iran, Afghanistan, Thailand, Nepal, Mauritius, Uzbekistan, hingga Arab Saudi.
Pelabuhan Belawan tercatat sebagai pintu pengeluaran dengan frekuensi sertifikasi tertinggi, disusul Pelabuhan Tanjung Balai Asahan dan Bandara Kualanamu. (*)









































