Friday, July 31, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Rentetan Dokter Meninggal Jadi Alarm, PB IDI Minta Sistem Dievaluasi

Mistar.idJumat, 31 Juli 2026 pukul 15.17 WIB
rentetan_dokter_meninggal_jadi_alarm_pb_idi_minta_sistem_dievaluasi

Logo Ikatan Dokter Indonesia (IDI). (Foto: Dok. IDI)

news_banner

Medan, MISTAR.ID – Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyampaikan duka mendalam atas rentetan kasus perundungan yang melibatkan dokter di Indonesia, termasuk kasus yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Wakil Ketua Umum PB IDI, dr Hamzah Hasan, MM menyampaikan seluruh kasus yang terjadi pada dokter di Indonesia menjadi pembelajaran berharga bagi pemerintah.

“Mulai dari kasus meninggalnya dokter internship, dokter residen, maupun dokter Instalasi Gawat Darurat (IGD) menjadi pelajaran paling berharga bagi pemerintah. Semua pihak harus duduk bersama dan sistem harus dievaluasi,” ujarnya kepada Mistar, Jumat (31/7/2026).

dr Hamzah menambahkan, evaluasi tidak hanya bisa dilakukan pada sistem. Tetapi dapat dilakukan sejak dokter menjalani masa pendidikan agar kasus meninggalnya dokter tidak terjadi lagi.

Tidak terkecuali kasus perundungan yang masih terjadi kepada dokter di Indonesia. Menurutnya, mengevaluasi bagaimana psikologi seorang dokter selama pendidikan hingga menjadi dokter juga butuh dievaluasi.

“Evaluasinya mulai dari hilir hingga bagaimana regulasi di hulu. Masalah ini yang perlu diperkuat ke depannya. Jika regulasi sudah jelas, maka kasus serupa diharapkan tidak akan terulang lagi,” katanya.

Berdasarkan rekapan Mistar, sepanjang 2026 terdapat sejumlah permasalahan yang dialami para dokter Indonesia. Bahkan hingga menyebabkan kematian.

  1. Dokter Internship RS Bina Bhakti Husada Rembang Batch Agustus 2025, dr Kartika Ayu Permatasari pada wafat 25 Februari 2026.
  2. Dokter Internship RS Bhayangkara Denpasar Batch Mei 2025, dr Edgar Bazaliel Hartanto wafat pada 17 Maret 2026.
  3. Dokter Internship RSUD Pagelaran Batch Agustus 2025, dr Andito Mohammad Wibisono wafat pada 26 Maret 2026 akibat penyakit campak.
  4. Dokter Internship RSUD K.H. Daud Arif Kuala Tungkal Jambi, dr Myta Aprilia Azmi wafat pada 1 Mei 2026 akibat kelelahan ekstrem dan didiagnosis penyakit TBC.
  5. Dokter IGD RS Leona Kefamenanu Nusa Tenggara Timur Kabupaten Timor Tengah Utara, dr Elisa Princilia Utami Pakaenoni wafat pada Jumat, 26 Juni 2026 akibat intimidasi Anggota DPRD TTU.
  6. Dokter PPDS Anestesi RS Kandou dari FK Universitas Sam Ratulangi, dr Adrian Rantung ditemukan meninggal di rumah orang tuanya pada, 5 Juli 2026 akibat diduga mengalami perundungan.
  7. Dokter PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif RSUD Tengku Rafian dari FK Universitas Riau, dr Alex Cristo Loris Situmorang, M.K.M, ditemukan meninggal disemak belukar pada Selasa 14 Juli 2026.
  8. Dokter Internship RSUD Sukadana, dr Muhammad Zulfikar Drakel wafat pada 21 Juli 2026 dan hasil investigasi menunjukkan kematian almarhum lantaran mengalami sakit.
  9. Dokter Internsip RS Sentra Medika, dr Siti Zahra Maghfira ditemukan meninggal setelah jatuh dari lantai 18 apartemen yang ditempatinya pada 26 Juli 2026.[]


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN