Friday, July 31, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Deteksi Dini Down Syndrome pada Janin, Kapan Waktunya?

Mistar.idSabtu, 1 Agustus 2026 pukul 05.30 WIB
deteksi_dini_down_syndrome_pada_janin_kapan_waktunya

Ilustrasi ibu hamil. (Foto: Freepik.com)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Memiliki kehamilan yang sehat jadi impian semua ibu. Sehingga, kewaspadaan terhadap risiko kelainan bawaan harus menjadi perhatian. Salah satunya deteksi dini Down syndrome pada janin.

Pemeriksaan ini idealnya dilakukan sejak trimester pertama kehamilan, tepatnya pada usia kandungan 10 hingga 14 minggu. Pemeriksaan pada periode tersebut dinilai penting untuk mengidentifikasi potensi kelainan kromosom sehingga orang tua dan tenaga medis dapat mempersiapkan penanganan yang diperlukan.

Kepala Staf Medis Fungsional Obstetri Ginekologi Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Natassa Zefanya Darsana, Sp.OG., mengatakan skrining awal dapat dilakukan melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) transvaginal pada usia kehamilan 10 minggu hingga 13 minggu enam hari.

"Kita bisa USG di 10 minggu sampai 13 minggu enam hari dengan angka sensitivitas dari USG transvaginal 70 sampai 80 persen," kata dr. Natassa, yang dilansir dari Kompas.com, Jumat (31/7/2026).

Selain USG, ibu hamil juga dapat menjalani Non-Invasive Prenatal Testing (NIPT) pada usia kehamilan 10 hingga 14 minggu. Menurutnya, pemeriksaan melalui tes darah tersebut memiliki tingkat akurasi hingga 95 persen untuk mendeteksi kelainan kromosom dan mencapai sekitar 98 persen untuk mendeteksi Down syndrome.

Dr. Natassa mengatakan skrining sangat dianjurkan bagi ibu hamil berusia 35 tahun ke atas karena memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan kelainan bawaan.

"Di atas 35 tahun itu meningkatkan risiko kelainan cacat kongenital, cacat bawaan, tiga kali lipat," ujarnya.

Meski demikian, hasil skrining yang menunjukkan risiko tinggi belum menjadi diagnosis pasti. Untuk memastikan kondisi janin, dokter dapat melakukan pemeriksaan diagnostik melalui pengambilan sampel cairan ketuban pada usia kehamilan sekitar 20 minggu, meski prosedur tersebut memiliki risiko tertentu.

Ia menambahkan, janin yang terdeteksi mengalami Down syndrome juga akan menjalani pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui kemungkinan adanya kelainan organ lain, termasuk kelainan jantung yang kerap menyertai kondisi tersebut. (hm25/kompas.com)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN