Friday, July 31, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

395 Dokter Internship di Sumut Jalani Skrining Kesehatan Jiwa, Kemenkes Beri Libur Dua Pekan

Mistar.idJumat, 31 Juli 2026 pukul 16.01 WIB
395_dokter_internship_di_sumut_jalani_skrining_kesehatan_jiwa_kemenkes_beri_libur_dua_pekan

Ilustrasi dokter melakukan skrining kesehatan jiwa kepada dokter internship di fasilitas kesehatan (foto:berry/GeminiAI/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (31/7/2026) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginstruksikan sebanyak 10.564 dokter internship di seluruh Indonesia untuk menjalani skrining kesehatan jiwa dengan memberikan waktu libur selama dua pekan.

Menindaklanjuti arahan Kemenkes, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara (Sumut) menyampaikan jumlah dokter internship yang bertugas di puskesmas dan rumah sakit milik pemerintah di Sumut.

"Total ada 395 dokter internship yang tersebar di puskesmas dan rumah sakit pemerintah," ujar Kepala Dinkes Sumut, Muhammad Faisal Hasrimy, melalui Sekretaris Dinkes Sumut, Hamid Rijal, Jumat (31/7/2026).

Hamid menjelaskan Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) merupakan program milik Kemenkes. Pada prinsipnya, Dinkes Sumut berada di bawah koordinasi Kemenkes dalam pelaksanaan program tersebut.

Lebih lanjut, Hamid mengatakan pihaknya baru saja mengikuti rapat melalui Zoom yang dipimpin Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes, dr. Yuli Farianti, M.Epid., terkait pelaksanaan dan pendampingan dokter internship.

"Waktu cuti ini memang sengaja diberikan dalam rangka melakukan pemeriksaan kesehatan kepada seluruh dokter internship pada kurun waktu 30 Juli 2026 sampai 14 Agustus 2026," ucapnya.

Ia menegaskan pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh di Indonesia serta merupakan bagian dari program pemerintah dan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto.

Nantinya, dokter internship juga disarankan menjalani pemeriksaan kesehatan di puskesmas. Dinkes Sumut akan memperkuat imbauan agar seluruh dokter internship mengikuti pemeriksaan tersebut.

Pemeriksaan kesehatan di puskesmas dilakukan sebagaimana layanan cek kesehatan gratis yang dapat diakses masyarakat satu kali setiap tahun di fasilitas kesehatan, terutama puskesmas.

Langkah Kemenkes ini dilakukan setelah rentetan kasus meninggalnya dokter internship di berbagai daerah. Dalam tujuh bulan terakhir sepanjang 2026, tercatat enam dokter internship meninggal dunia.

Berikut rekapitulasi MISTAR terkait enam kasus meninggalnya dokter internship di Indonesia sepanjang 2026.

Pertama, Dokter Internship RS Bina Bhakti Husada Rembang Batch Agustus 2025, dr. Kartika Ayu Permatasari, wafat pada 25 Februari 2026.

Kedua, Dokter Internship RS Bhayangkara Denpasar Batch Mei 2025, dr. Edgar Bazaliel Hartanto, wafat pada 17 Maret 2026 akibat terpapar demam berdarah dengue (DBD).

Ketiga, Dokter Internship RSUD Pagelaran Batch Agustus 2025, dr. Andito Mohammad Wibisono, wafat pada 26 Maret 2026 akibat campak.

Keempat, Dokter Internship RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi, dr. Myta Aprilia Azmi, wafat pada 1 Mei 2026. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam naskah, almarhumah mengalami kelelahan ekstrem dan didiagnosis tuberkulosis (TBC).

Kelima, Dokter Internship RSUD Sukadana, dr. Muhammad Zulfikar Drakel, wafat pada 21 Juli 2026. Berdasarkan hasil investigasi, almarhum meninggal dunia karena sakit.

Keenam, Dokter Internship RS Sentra Medika, dr. Siti Zahra Maghfira, ditemukan meninggal dunia pada 26 Juli 2026 setelah terjatuh dari lantai 18 apartemen tempat tinggalnya. Peristiwa tersebut masih menjadi bagian dari rangkaian kasus yang mendapat perhatian Kemenkes. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN