Thursday, September 17, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Cara Kenali Anak Keracunan atau Alergi Makanan, Ini Penjelasan Dokter

Mistar.idKamis, 17 September 2026 pukul 16.54 WIB
cara_kenali_anak_keracunan_atau_alergi_makanan_ini_penjelasan_dokter

Ilustrasi perbandingan kondisi anak yang mengalami keracunan dan alergi makanan. (Foto: GeminiAI/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (17/9/2026) - Keracunan makanan dapat menimpa siapa saja yang mengonsumsi sumber makanan yang terkontaminasi akteri, virus, parasit, atau bahan kimia beracun. Kondisi tersebut dapat menyebabkan keracunan massal atau kejadian luar biasa (KLB). Sementara alergi makanan hanya terjadi pada individu yang memiliki sensitivitas terhadap makanan tertentu.

Ketua Unit Kerja Kelompok (UKK) Emergensi dan Terapi Intensif Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr dr Yogi Prawira, Sp.A, Subsp.ETIA (K), menjelaskan cara mengenali anak yang mengalami keracunan makanan atau alergi terhadap makanan.

"Gejala keracunan makanan muncul setelah beberapa jam atau satu sampai dua hari setelah dikonsumsi" ujarnya melalui pesan tertulis, Kamis (17/9/2026).

Sementara itu, alergi makanan disebabkan reaksi sistem imun terhadap protein tertentu dalam makanan. Perbedaannya cukup mendasar. Keracunan berkaitan dengan makanan yang terkontaminasi atau bermasalah, sedangkan alergi berkaitan dengan sensitivitas tubuh seseorang terhadap makanan tertentu.

"Jika alergi makanan, gejalanya cepat muncul, bisa dalam hitungan menit hingga beberapa jam saja," katanya.

Adapun gejala utama keracunan makanan yang perlu diketahui biasanya berkaitan dengan saluran pencernaan, seperti mual, muntah, diare, sakit perut, demam, hingga terkadang pusing.

Sedangkan gejala utama alergi makanan cenderung berbeda. Reaksi alergi dapat muncul pada kulit atau saluran pernapasan, seperti gatal, bengkak pada bibir dan mata, biduran, maupun sesak napas.

Yogi mengatakan, saat muncul tanda-tanda reaksi seperti di atas, kondisi tersebut dapat menjadi salah satu petunjuk praktis bagi orang tua maupun masyarakat untuk membedakan keracunan dan alergi makanan pada anak.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN