Wednesday, September 16, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Pulangnya Pertiwi: Empat Musim Luka, Harapan, dan Perjalanan Indonesia Menuju Oscar 2027

Mistar.idKamis, 17 September 2026 pukul 07.00 WIB
pulangnya_pertiwi_empat_musim_luka_harapan_dan_perjalanan_indonesia_menuju_oscar_2027_

Empat Musim Pertiwi (Four Seasons in Java) melangkah jauh, menjadi wajah Indonesia di panggung Oscar 2027. Film karya Kamila Andini Empat Musim Pertiwi, resmi terpilih sebagai perwakilan Indonesia untuk kategori Best International Feature Film di ajang Academy Awards ke-99. Kabar itu diumumkan rumah produksi Forka Films pada Rabu (16/9/2026).(Foto: VolixMedia via instagram.com)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (17/9/2026) – Setelah 20 tahun pergi, Pertiwi pulang. Bukan disambut pelukan, melainkan sunyi yang lebih kelam dari yang ia tinggalkan.

Kisah pulang itulah yang mengantarkan Empat Musim Pertiwi (Four Seasons in Java) melangkah jauh, menjadi wajah Indonesia di panggung Oscar 2027.

Film karya Kamila Andini ini resmi terpilih sebagai perwakilan Indonesia untuk kategori Best International Feature Film di ajang Academy Awards ke-99. Kabar itu diumumkan rumah produksi Forka Films pada Rabu (16/9/2026).

"Empat Musim Pertiwi telah terpilih sebagai perwakilan resmi Indonesia untuk kategori Best International Feature Film di Academy Awards ke-99 (Oscars 2027)," tulis Forka Films.

Film yang dibintangi Putri Marino dan Arya Saloka itu bukan sekadar cerita tentang kampung halaman. Ia adalah potret tentang trauma, ingatan, dan upaya manusia untuk pulih.

"Film ini berakar kuat pada konteks Indonesia, namun pertanyaan yang diangkatnya mengenai trauma, ingatan, kekerasan, dan pemulihan bersifat universal. Saya merasa sangat terhormat film ini mewakili Indonesia di Academy Awards," ungkap Kamila Andini.

Empat Musim Pertiwi lahir dari kolaborasi delapan negara: Indonesia, Singapura, Belanda, Norwegia, Jerman, Prancis, Polandia, dan Thailand.

Film ini telah menyapa dunia lewat pemutaran perdana di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026 dalam program Centerpiece dan melanjutkan perjalanannya di Busan International Film Festival 2026 dalam program A Window on Asian Cinema.

Dengan terpilihnya film ini, Indonesia telah mengirim 27 film sebagai wakil resmi pilihan Komite Seleksi Oscar Indonesia.

Perjalanan Oscar tahun ini juga membuka peluang baru. Indonesia masih mungkin mengirim wakil kedua jika film lain, seperti Ibuku atau Laut Bercerita, memenangkan kompetisi utama di festival besar seperti Busan, Toronto, Berlin, Cannes, atau Venice, sesuai jalur baru yang dibuka Academy of Motion Picture Arts and Sciences.

Di dalam filmnya sendiri, Pertiwi (Putri Marino) kembali ke desa terpencil setelah dua dekade. Dua puluh tahun lalu, masuknya listrik sempat membawa harapan. Kini, harapan itu padam. Desanya terasa lebih gelap.

Sahabatnya menikahi mantan kekasihnya. Orang tuanya memusuhi kepulangannya. Sosok ibu yang dulu menjadi tempatnya bersandar telah terusir. Dan yang paling menyakitkan, orang-orang yang dulu menjebloskannya ke penjara kini justru berkuasa.

Empat Musim Pertiwi adalah kisah tentang seorang perempuan yang mencoba berdamai dengan tanah kelahirannya, sementara tanah itu sendiri belum berdamai dengannya. (CNN/hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN