Hana Kuraki Meninggal di Usia 25 Tahun, Agensi Buka Suara soal Kabar yang Menggemparkan

Foto semata hidup Hana Kuraki (Foto: Istimewa/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID – Aktris film dewasa Jepang, Hana Kuraki, dikonfirmasi meninggal dunia pada usia 25 tahun. Kabar tersebut disampaikan agensinya, T-Powers, setelah sejumlah informasi mengenai kematian sang aktris beredar di internet dalam beberapa hari terakhir.
Dalam pernyataan yang diunggah pada Senin (14/9/2026), T-Powers menyampaikan belasungkawa sekaligus menyoroti penyebaran informasi yang belum terverifikasi mengenai kematian Kuraki.
Sebelumnya, beredar kabar di media sosial bahwa Kuraki meninggal setelah mengakhiri hidupnya. Informasi yang beredar juga mengaitkan kematiannya dengan persoalan yang melibatkan sejumlah orang.
Menanggapi hal tersebut, T-Powers mengatakan pihaknya memandang serius berbagai informasi yang beredar dan tengah berupaya memahami situasi secara menyeluruh.
“Memikirkan betapa dalamnya rasa sakit dan penderitaan yang ia alami semasa hidupnya sungguh menyayat hati. Pada saat yang sama, kami merasakan kemarahan yang mendalam atas serangkaian tindakan ini,” demikian pernyataan agensi seperti dikutip Tokyo Reporter, Selasa (15/9/2026).
Agensi tersebut menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk menentukan langkah selanjutnya. T-Powers juga masih mempertimbangkan apakah akan menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai penyebab kematian Kuraki maupun pihak-pihak yang disebut dalam berbagai kabar di internet.
Menurut laporan Tokyo Reporter, informasi mengenai kematian Kuraki mulai menyebar di X setelah jasadnya dilaporkan ditemukan pada 12 September 2026 di sebuah apartemen di kawasan Kabukicho, Tokyo.
Sejumlah informasi yang beredar di dunia maya kemudian memunculkan berbagai dugaan mengenai hubungan pribadi, kekerasan, hingga persoalan finansial. Namun, sebagian informasi tersebut belum dikonfirmasi secara independen sehingga belum dapat dipastikan sebagai fakta.
Tokyo Reporter juga memberitakan adanya dokumen yang disebut berkaitan dengan penyelesaian di luar pengadilan atas perkara kekerasan dan pencurian. Dokumen tersebut dilaporkan mencakup surat permintaan maaf dari Shota Taira, seorang mantan idol yang disebut mengelola sebuah kelab di Kabukicho.
Sejumlah pihak kemudian mengaitkan dokumen itu dengan dugaan pembayaran untuk menyelesaikan persoalan tertentu. Namun, keterkaitan antara dokumen tersebut dan kematian Hana Kuraki belum dapat dipastikan.
Kasus ini juga kembali memunculkan sorotan terhadap persoalan yang terjadi di lingkungan industri kelab malam Jepang. Tokyo Reporter mengaitkannya dengan praktik manipulasi hubungan romantis dan tekanan finansial yang disebut dapat menjerumuskan perempuan ke dalam industri seks.
Jepang sebelumnya telah memperketat aturan terkait praktik bermasalah di industri hiburan malam melalui perubahan regulasi pada 2025. Meski demikian, berbagai persoalan terkait tekanan finansial dan kekerasan emosional masih menjadi perhatian.
Hana Kuraki memulai debutnya di industri film dewasa Jepang melalui label S1 pada 2024. Dalam perjalanan kariernya, ia juga mulai dikenal di luar industri tersebut.
Pada Januari 2026, Kuraki tercatat tampil dalam program spesial Tahun Baru yang disiarkan melalui ABEMA dan TV Asahi.
Hingga kini, T-Powers menyatakan masih mempertimbangkan informasi apa saja yang dapat disampaikan kepada publik terkait kematian Hana Kuraki.








































