Usai Macklemore Didepak, 4 Musisi Mundur dari Tur Ed Sheeran karena Bela Palestina

Macklemore (Foto: Reuters)
Jakarta, MISTAR.ID – Polemik antara Macklemore dan tur Ed Sheeran memasuki babak baru. Empat penampil yang dijadwalkan dalam The Loop Tour memutuskan mundur setelah Macklemore dikeluarkan dari rangkaian tur akibat pernyataannya yang mendukung Palestina.
Empat musisi tersebut adalah Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, dan Beoga. Mereka menyampaikan keputusan masing-masing melalui media sosial dan mengaitkannya dengan dukungan terhadap Macklemore serta kebebasan menyuarakan isu kemanusiaan.
Finneas menyatakan seniman seharusnya tidak dibungkam ketika menyuarakan dukungan kepada kelompok yang tertindas. Ia juga secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Palestina.
Sementara itu, Aaron Rowe mengaku keputusan meninggalkan tur bukan sesuatu yang mudah. Ia menyebut Ed Sheeran sebagai sosok yang memiliki arti penting dalam perjalanan kariernya.
Namun, Rowe mengatakan dirinya tidak dapat melanjutkan tur dalam situasi ketika menurutnya suara yang mendukung Palestina dibatasi.
Band asal Denmark, Lukas Graham, juga menyatakan sikap serupa. Mereka menilai isu mengenai perang, warga sipil yang menjadi korban, dan anak-anak seharusnya tetap dapat dibicarakan di ruang publik.
Beoga, grup musik asal Irlandia yang selama ini menjadi bagian dari band pengiring Sheeran, turut mengumumkan pengunduran diri. Mereka menyatakan tetap menghargai hubungan persahabatan dengan Sheeran, tetapi memilih meninggalkan tur sebagai bentuk solidaritas kepada Macklemore.
Macklemore Dikeluarkan dari Tur Ed Sheeran
Macklemore sebelumnya dikeluarkan dari sisa tur Amerika Serikat setelah menyampaikan dukungan untuk Palestina saat tampil dalam konser Ed Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 September 2026.
Dalam penampilannya, Macklemore menyerukan “Free Palestine”. Setelah itu, muncul keberatan dari sejumlah pihak dan beberapa pengelola venue disebut menolak menggelar konser apabila Macklemore tetap menjadi penampil.
Promotor tur, Messina Touring Group, kemudian mengeluarkan Macklemore dari jadwal tersisa. Macklemore dijadwalkan tampil dalam sebagian besar konser tersisa di Amerika Serikat.
Ed Sheeran Tegaskan Bukan Keputusannya
Ed Sheeran kemudian memberikan penjelasan mengenai kontroversi tersebut. Ia mengatakan keputusan mengeluarkan Macklemore bukan berasal darinya, melainkan dari promotor dan pengelola venue.
Menurut Sheeran, sejumlah pengelola lokasi konser menyatakan akan membatalkan pertunjukan apabila Macklemore tetap berada dalam daftar penampil.
Sheeran mengaku telah berdiskusi dengan promotor, pengelola venue, serta sejumlah pihak untuk mencari solusi. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan promotor dan pihak venue.
“Keputusan untuk mengeluarkan Macklemore dari tur adalah keputusan promotor, bukan keputusan saya,” demikian penjelasan Sheeran yang dikutip dari pernyataannya.
Robert Kraft Soroti Pernyataan Macklemore
Salah satu pihak yang menjadi sorotan dalam polemik tersebut adalah Robert Kraft, pemilik Gillette Stadium di Massachusetts. Stadion tersebut dijadwalkan menjadi lokasi konser Ed Sheeran pada 25 dan 26 September.
Kraft mengatakan keputusan melarang Macklemore tampil di venue tersebut berkaitan dengan pernyataan sang rapper di atas panggung serta apa yang disebutnya sebagai riwayat retorika dan citra antisemit yang dianggap menyinggung komunitas Yahudi.
Kraft juga menyatakan keputusan tersebut bukan dimaksudkan untuk mengabaikan penderitaan warga Palestina atau melarang dukungan terhadap mereka.
Kontroversi ini kemudian berkembang menjadi perdebatan mengenai batas kebebasan berekspresi musisi, sikap politik di panggung konser, serta posisi promotor dan pengelola venue terhadap pernyataan terkait konflik Israel-Palestina.
Dengan mundurnya Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, dan Beoga, rangkaian tur Ed Sheeran kini mengalami perubahan besar setelah kontroversi Macklemore.
PREVIOUS ARTICLE
Pulangnya Pertiwi: Empat Musim Luka, Harapan, dan Perjalanan Indonesia Menuju Oscar 2027







































