Bulog Serap 1.893 Ton Gabah Petani, Simalungun Jadi Kontributor Terbesar

Asisten Manajer Pengadaan dan Operasi Bulog Pematangsiantar, Aryo Wibisono. (foto: Abdi/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID - Perum Bulog Cabang Pematangsiantar menyerap 1.893 ton gabah dari petani lokal sepanjang Juni hingga Agustus 2026. Penyerapan dilakukan untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
Pengadaan gabah tersebut mencakup enam wilayah kerja Bulog Pematangsiantar, yakni Kota Pematangsiantar serta Kabupaten Simalungun, Toba, Samosir, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan.
Dari wilayah tersebut, Kabupaten Simalungun masih menjadi kontributor terbesar dalam penyerapan gabah Bulog.
Asisten Manajer Pengadaan dan Operasi Bulog Pematangsiantar, Aryo Wibisono, mengatakan kontribusi Simalungun masih mendominasi seperti tahun sebelumnya.
“Sekitar 50 persen dari target penyerapan kami berasal dari wilayah Simalungun. Pola ini sama seperti tahun lalu. Simalungun tetap menjadi kontributor terbesar,” ujar Aryo saat dikonfirmasi, Kamis (17/9/2026).
Selain Simalungun, petani di Kota Pematangsiantar juga tetap berkontribusi meski luas lahan pertanian di wilayah perkotaan semakin terbatas.
“Pemko juga cukup rutin menyerap walaupun jumlahnya sedikit-sedikit,” kata Aryo.
Penyerapan gabah petani tersebut menjadi bagian dari upaya Bulog memperkuat stok CBP menjelang akhir tahun. Pembelian langsung dari petani juga diharapkan dapat menjaga harga gabah agar tidak turun saat musim panen.
Bulog memastikan gabah yang dibeli tetap mengacu pada standar kualitas yang ditetapkan untuk menjaga mutu beras yang nantinya disalurkan kepada masyarakat. (*)








































