Wednesday, September 16, 2026
home_banner_first
SUMUT

Permintaan Tinggi, Warga Toba Belum Berminat Ternak Ayam Potong

Mistar.idRabu, 16 September 2026 pukul 20.27 WIB
permintaan_tinggi_warga_toba_belum_berminat_ternak_ayam_potong

Dinas Pertanian Kabupaten Toba. (Foto: Nimrot/Mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID - Masyarakat Kabupaten Toba masih belum berminat mengembangkan usaha peternakan ayam potong, meski peluang pasarnya dinilai menjanjikan.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Ompon Tony Marulitua Siagian, mengatakan pihaknya telah berulang kali melakukan sosialisasi agar masyarakat mau beternak ayam potong.

“Kita sudah melakukan sosialisasi. Kendalanya, masyarakat tidak mau bertaruh atau mengambil risiko hasil ternak ayam mereka tidak laku terjual,” kata Ompon, Rabu (16/9/2026).

Menurut Ompon, masyarakat masih khawatir dengan pemasaran hasil ternak. Padahal, banyak dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan daging ayam hampir setiap hari.

Namun, pengelola dapur MBG disebut telah memiliki mitra sendiri untuk memenuhi kebutuhan daging ayam.

“Dalam pemasaran ayam potong apabila tidak memiliki mitra akan sulit memasarkannya. Sesuai informasi, pengelola dapur MBG untuk memenuhi stok daging ayam potong sudah memiliki mitra tersendiri dan tidak mungkin warga sebagai peternak ayam secara kecil-kecilan bersaing dengan peternak besar,” ujarnya.

Ompon mengatakan, usaha peternakan ayam potong juga membutuhkan lahan yang cukup luas dan modal besar. Ia mencontohkan usaha budi daya ayam pedaging PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk di Kecamatan Ajibata.

Menurutnya, untuk peternakan berkapasitas sekitar 20 ribu ekor ayam, dibutuhkan lahan dengan panjang lebih dari 120 meter dan lebar minimal 30 meter. Sementara modal yang diperlukan sekitar Rp1,2 miliar hingga Rp1,5 miliar.

Dinas Pertanian juga telah membicarakan dengan perusahaan di Ajibata agar membantu masyarakat yang ingin beternak ayam. Namun, masyarakat disebut belum berminat karena besarnya modal yang dibutuhkan.

“Perusahaan bersedia membantu warga, memberikan bibit dan pakan, tetapi warga harus menyediakan lahan dan pembangunan kandang dengan panjang minimal 120 meter dan lebar minimal 30 meter. Kemudian lahan harus steril, jauh dari permukiman,” tuturnya. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN