Saturday, August 22, 2026
home_banner_first
SUMUT

Serapan Jagung dari Dairi Belum Signifikan, Bulog: Terkendala Kadar Air

Mistar.idSabtu, 22 Agustus 2026 pukul 15.55 WIB
serapan_jagung_dari_dairi_belum_signifikan_bulog_terkendala_kadar_air

Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Kabanjahe, Glen Dedi M Simajuntak. (Foto: Dokumentasi Pribadi/Mistar)

news_banner

Dairi, MISTAR.ID – Penyerapan jagung oleh Perum Bulog dari Kabupaten Dairi sepanjang 2025 hingga 2026 dinilai masih belum signifikan jika dibandingkan dengan luas panen jagung di daerah tersebut.

Hal itu disampaikan Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Kabanjahe, Glen Dedi M Simanjuntak, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Sabtu (22/8/2026).

“Jagung yang diserap oleh Bulog dari Dairi sepanjang tahun 2025 sampai dengan 2026 belum begitu banyak dan tidak signifikan terhadap luasan panen jagung di Dairi. Mengenai harga pembelian Bulog sebagaimana terlampir,” ujar Glen.

Saat ditanya mengenai volume penyerapan, Glen mengatakan jumlah tersebut masih relatif kecil jika dibandingkan dengan produksi jagung di Kabupaten Dairi.

“Itulah kalau dibandingkan dengan luasan panen jagung di Dairi, kan belum signifikan, karena hasil panen jagung di Dairi puluhan ribu ton,” katanya.

Glen menyebutkan, jagung yang diserap Bulog tersebut berasal dari sejumlah pihak, di antaranya Polres Dairi dan masyarakat. Namun, ia belum merinci total volume penyerapan dari masing-masing sumber.

Menurut Glen, salah satu kendala dalam penyerapan jagung di Dairi adalah kadar air jagung yang belum memenuhi standar. Karena itu, Bulog berharap adanya pembangunan mesin pengering jagung di Kabupaten Dairi.

“Karena kendalanya terkait kadar air jagung tersebut, maka kami dari Bulog berharap di Dairi dibangun mesin pengering jagung. Pembinaan petani jagung oleh instansi terkait juga diperlukan agar kerja sama dengan Bulog dapat terus berlanjut dan berkesinambungan,” ujarnya.

Glen turut melampirkan tabel pembelian jagung pipil kering (JPK) berdasarkan harga pembelian pemerintah (HPP).

Dalam pengadaan JPK di tingkat petani, pemasok dapat berasal dari kelompok tani dengan standar kualitas kadar air maksimal 18 persen dan aflatoksin maksimal 50 ppb. HPP yang ditetapkan sebesar Rp5.500 per kilogram. Selanjutnya, jagung tersebut ditangani dan diolah menjadi JPK sesuai standar kualitas cadangan jagung pemerintah (CJP) melalui mitra pengering jagung atau sentra pengering jagung.

Sementara itu, untuk pengadaan JPK di gudang Bulog, pemasok dapat berasal dari petani, kelompok tani, maupun mitra pangan pengadaan. Untuk CJP dalam bentuk kemasan menggunakan karung polos, standar kualitas yang ditetapkan adalah kadar air maksimal 14 persen dan aflatoksin maksimal 50 ppb sesuai SNI jagung, dengan HPP Rp6.400 per kilogram. Jagung tersebut kemudian disimpan di gudang atau silo.

Adapun CJP dalam bentuk curah memiliki standar kualitas kadar air maksimal 14 persen dan aflatoksin maksimal 50 ppb sesuai SNI jagung, dengan HPP Rp6.250 per kilogram.

Terpisah, Kasi Humas Polres Dairi, AKP Syahrial Ramadhan, membenarkan bahwa penjualan jagung oleh Polres Dairi kepada Bulog telah berlangsung sejak 2025.

Menurut Syahrial, volume jagung yang telah dijual Polres Dairi kepada Bulog sudah mencapai lebih dari 100 ton. “Data detailnya ada di file. Operatornya sedang libur,” kata Syahrial.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN