Wednesday, September 23, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Trump Sebut Pertemuan AS-Iran Berlangsung Produktif, Negosiasi Berlanjut

Mistar.idRabu, 23 September 2026 pukul 17.10 WIB
trump_sebut_pertemuan_asiran_berlangsung_produktif_negosiasi_berlanjut

Ilustrasi pemimpin tertinggi Iran dan Donald Trump. (Foto: ChatGPT)

news_banner

New York, MISTAR.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pertemuan antara delegasi AS dan Iran di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berlangsung selama sekitar tiga jam.

Pertemuan yang digelar di New York, Selasa (22/9), disebut Trump berjalan dengan baik dan produktif. Ia juga mengungkapkan bahwa kedua pihak telah menyepakati agenda pertemuan lanjutan dalam waktu dekat.

"Mereka mengadakan pertemuan yang sangat baik, pertemuan yang sangat produktif," ujar Trump.

Trump menambahkan, pertemuan berikutnya antara AS dan Iran telah dijadwalkan untuk membahas kelanjutan negosiasi.

"Mereka telah menjadwalkan pertemuan berikutnya dalam waktu dekat," katanya.

Pertemuan tersebut berlangsung hanya beberapa jam setelah Trump melontarkan ancaman keras terhadap Iran. Trump sebelumnya mengatakan AS dapat "memusnahkan" Iran dan "memasukkannya ke neraka" apabila Teheran tidak mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Iran Ajukan Syarat Baru

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kemudian melakukan pertemuan dengan Utusan Khusus AS Steve Witkoff di sela-sela rangkaian Sidang Umum PBB.

Dalam perundingan tersebut, Iran menyampaikan sejumlah persyaratan yang berkaitan dengan pembukaan kembali Selat Hormuz. Salah satu tuntutan yang disampaikan merupakan syarat baru dalam proses negosiasi.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran strategis yang memiliki peran penting dalam perdagangan dan transportasi energi dunia.

Menurut Lembaga Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB), Araghchi meminta Amerika Serikat segera menghentikan blokade angkatan laut serta mencairkan aset-aset Iran yang saat ini dibekukan.

Permintaan tersebut menjadi bagian dari pembahasan Iran dengan pihak AS terkait kemungkinan kelanjutan negosiasi dan pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Syarat Iran Makin Ketat

Trump mengatakan Utusan Khusus AS Steve Witkoff bersama Jared Kushner juga melakukan pembicaraan dengan para mediator. Langkah tersebut dilakukan untuk mencari kemungkinan tercapainya kesepakatan dengan Iran.

Di sisi lain, juru bicara Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan kepada AFP bahwa posisi Teheran dalam negosiasi dengan Washington kini semakin ketat dibandingkan putaran pembicaraan sebelumnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meski kedua pihak kembali melakukan pertemuan, proses menuju kesepakatan masih menghadapi sejumlah persoalan, termasuk tuntutan Iran terkait blokade, aset yang dibekukan, dan status Selat Hormuz.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN