Sunday, November 8, 2026
home_banner_first
SUMUT

Drainase Tersumbat, Genangan Air Berbau Busuk Ganggu Aktivitas Pasar Pagi Delima Batu Bara

Mistar.idMinggu, 8 November 2026 pukul 15.08 WIB
drainase_tersumbat_genangan_air_berbau_busuk_ganggu_aktivitas_pasar_pagi_delima_batu_bara

Air beraroma busuk menghiasi depan pasar Delima Indra Pura yang berada di tepi Jalinsum saat hujan turun. (Foto :dokumen Muhammad Gunadi Guns/Mistar)

Batu Bara, MISTAR.ID (8/11/2026) — Setiap kali turun hujan, meski hanya satu jam, air beraroma busuk sudah menggenangi bagian depan gerbang masuk Pasar Pagi Delima, Kelurahan Indra Pura, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara.

Pantauan di lapangan, hujan yang mengguyur Indra Pura sejak tengah hari tadi menimbulkan genangan air hingga mencapai 20 sentimeter di depan pasar yang berada di Jalan Lintas Sumatera tersebut, Minggu (8/11/2026).

Kondisi ini terjadi bukan hanya karena minimnya saluran pembuangan air dari badan jalan menuju saluran drainase, tetapi juga akibat drainase yang tersumbat.

Saluran drainase tersumbat karena di depan pasar tradisional tersebut terdapat bak penampungan sampah sementara. Namun, petugas kebersihan dari Dinas Perkim LH Kabupaten Batu Bara diduga tidak mengangkut sampah hingga bersih sehingga sampah yang tertinggal turut menyebabkan penyumbatan drainase.

Salah seorang warga, Muhammad Gunadi Guns, melalui unggahannya di media sosial mengingatkan tentang fungsi drainase jalan.

"Drainase jalan dirancang untuk mengatur dan mengalirkan limpasan air hujan atau air limbah dari badan jalan agar tidak menimbulkan genangan," ucapnya.

Namun, dalam kenyataannya, drainase di depan Pasar Pagi Delima justru tersumbat sehingga air hujan tidak dapat mengalir dengan sempurna.

Saking kesalnya, Gunadi menyindir kondisi tersebut dengan menyebutnya sebagai pemandangan indah saat musim hujan di Pasar Pagi Delima.

"Danau buatan ini terus ada di musim hujan, dengan aroma yang tak sedap dan mengganggu lalu lintas karena bertepatan di Jalan Lintas Sumatera," sindirnya.

Ia mengaku sudah malas dan letih menyampaikan permasalahan tersebut kepada instansi terkait karena tidak mendapat respons sama sekali.

Pada akhir tulisannya, Gunadi mengaku tidak ingin menyudutkan siapa pun terkait genangan air di depan Pasar Delima tersebut.

"Ini salah siapa, air hujannya kah, masyarakat kah, atau instansi terkait?" tanyanya.

Seorang ibu pengendara sepeda motor yang kebetulan melintas menyampaikan kekesalannya melihat kondisi yang sudah lama berlangsung.

"Setiap hujan walau cuma satu jam, pasti di situ sudah banjir. Mana airnya hitam beraroma busuk lagi," ketusnya sembari berlalu.

Sementara itu Kadis PUTR Kabupaten Batu Bara Budi Iswan Sinaga dan Plt Kadis Perkim LH Kabupaten Batu Bara Tavi Juanda belum dapat dihubungi untuk konfirmasi. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN