Waspada! SMS of Death Mengintai Android, Satu Pesan Bisa Lumpuhkan Layanan Telepon, ini Cara Melindunginya

Waspada! SMS of Death Mengintai Android, Satu Pesan Bisa Lumpuhkan Layanan Telepon, ini Cara Melindunginya. (foto ilustrasi:gemini/mistar)
"Kerentanan SMS of Death dilaporkan dapat mengganggu layanan telepon Android tanpa perlu korban membuka pesan. Panggilan terputus hingga risiko gangguan komunikasi darurat menjadi perhatian."
Pematangsiantar, MISTAR.ID (3/11/2026) — Bayangkan smartphone tiba-tiba kehilangan layanan telepon hanya karena menerima satu pesan teks. Tidak ada tautan yang diklik, aplikasi mencurigakan yang dibuka, ataupun izin akses yang diberikan. Namun, sistem komunikasi perangkat justru mengalami gangguan.
Ancaman tersebut dikenal sebagai SMS of Death, sebuah kerentanan keamanan yang dilaporkan dapat membuat layanan telepon pada perangkat Android mengalami crash hanya melalui pesan yang dirancang secara khusus.
Laporan keamanan yang menjadi sorotan pada 1 November 2026 ini mengungkap risiko serangan zero-click, yakni serangan yang tidak membutuhkan interaksi pengguna untuk memicu dampaknya.
Bukan sekadar membuat aplikasi pesan berhenti merespons, kerentanan ini berpotensi mengganggu komponen penting yang mengatur komunikasi seluler. Akibatnya, panggilan telepon dapat terputus dan perangkat berisiko kehilangan konektivitas jaringan untuk sementara.
Yang lebih mengkhawatirkan, gangguan tersebut berpotensi terjadi ketika pengguna sedang membutuhkan komunikasi penting, termasuk menghubungi layanan darurat.
SMS of Death, Ketika Satu Pesan Bisa Membuat Sistem Android Crash
Berbeda dengan SMS penipuan yang mengandalkan tautan phishing atau manipulasi psikologis, SMS of Death memanfaatkan kelemahan dalam cara sistem Android memproses pesan tertentu.
Berdasarkan laporan keamanan yang dipublikasikan, celah ini berkaitan dengan mekanisme pemrosesan pesan WAP Push. Pesan yang telah dimodifikasi secara khusus dapat memicu kesalahan ketika sistem membaca informasi pada bagian header pesan.
Kesalahan tersebut menyebabkan proses sistem bernama com.android.phone mengalami crash atau berhenti bekerja.
Komponen ini bukan aplikasi biasa. com.android.phone merupakan bagian penting dari sistem Android yang menangani berbagai fungsi telepon dan konektivitas seluler.
Ketika proses tersebut gagal, perangkat dapat mengalami gangguan layanan telepon, termasuk terputusnya panggilan yang sedang berlangsung.
Inilah yang membuat SMS of Death berbeda dari ancaman SMS konvensional. Pengguna tidak harus membuka pesan atau menekan tautan berbahaya karena gangguan dapat dipicu saat sistem memproses pesan tersebut.
Dengan kata lain, sekadar menghindari klik dari nomor tidak dikenal belum tentu cukup untuk menghadapi jenis kerentanan ini.
Mengapa Ancaman Ini Berbahaya? Panggilan Darurat Bisa Terganggu
Risiko terbesar SMS of Death bukan hanya smartphone yang mendadak kehilangan fungsi komunikasi.
Ketika komponen pengelola telepon mengalami kegagalan, pengguna berpotensi kehilangan akses terhadap layanan suara pada saat yang tidak tepat.
Bayangkan seseorang sedang menghubungi petugas medis, polisi, atau layanan penyelamatan. Jika sistem telepon mengalami crash ketika panggilan berlangsung, komunikasi tersebut berpotensi terputus.
Dalam situasi darurat, gangguan beberapa menit saja dapat menjadi persoalan serius.
Peneliti juga melaporkan bahwa pengiriman pesan berbahaya secara berulang dapat memicu gangguan yang lebih berat. Dalam pengujian tertentu, sekitar 20 pesan dilaporkan mampu membuat perangkat masuk ke kondisi bootloop, yaitu terus mengalami kegagalan ketika melakukan proses penyalaan ulang.
Pemulihan perangkat dalam kondisi tersebut bisa membutuhkan penanganan teknis khusus.
Meski demikian, penting membedakan dampak kerentanan ini dari pencurian data. SMS of Death terutama dikategorikan sebagai serangan denial-of-service (DoS), yaitu serangan yang membuat suatu layanan tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Artinya, ancaman utamanya adalah terganggunya ketersediaan layanan komunikasi, bukan secara langsung membobol akun, mencuri foto, atau membaca percakapan pribadi.
Android Versi Lama Perlu Lebih Waspada, Bagaimana dengan Patch Keamanan?
Setelah demonstrasi teknis kerentanan atau proof of concept (PoC) dipublikasikan pada akhir Oktober 2026, perhatian berikutnya tertuju pada cakupan perangkat yang terdampak dan ketersediaan perbaikannya.
Laporan peneliti menyebutkan bahwa pengujian kerentanan mencakup perangkat dengan Android 12 hingga Android 16.
Google dilaporkan telah menyediakan perbaikan melalui pembaruan keamanan Oktober 2026 untuk sejumlah versi Android, termasuk Android 14 hingga Android 17.
Perbaikan tersebut berfokus pada penanganan kesalahan ketika sistem memproses pesan bermasalah sehingga pesan pemicu tidak menyebabkan proses telepon mengalami kegagalan berulang.
Sementara itu, Android 12 dan Android 13 menjadi perhatian karena belum tercakup dalam perbaikan yang dilaporkan melalui pembaruan Oktober 2026 tersebut.
Namun, pengguna tidak perlu langsung menganggap seluruh perangkat dengan versi Android tertentu pasti rentan. Status keamanan setiap smartphone juga dipengaruhi oleh patch yang telah dipasang, kebijakan pembaruan produsen, serta konfigurasi perangkat.
Pengguna sebaiknya memeriksa tingkat patch keamanan secara langsung melalui pengaturan smartphone.
Cara Melindungi Android dari Ancaman SMS of Death...




































