Masih Takut Mobil Listrik Sulit Diservis? XPENG Kini Punya 12 Fasilitas, Termasuk di Sumatera

Masih Takut Mobil Listrik Sulit Diservis? XPENG Kini Punya 12 Fasilitas, Termasuk di Sumatera. (foto ilustrasi:chatgpt/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (3/11/2026) — Harga premium dan teknologi canggih bukan satu-satunya pertimbangan sebelum membeli mobil listrik. Calon konsumen juga ingin memastikan satu hal penting: apakah kendaraan mudah diservis, suku cadangnya tersedia, dan bengkel resminya mudah dijangkau ketika terjadi masalah?
Kekhawatiran tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia, terutama di luar Pulau Jawa. Menjawab kebutuhan itu, XPENG Indonesia memperluas jaringan layanan dengan meresmikan XPENG Experience & Service Center Medan pada 29 Oktober 2026.
Kehadiran fasilitas ini sekaligus menandai ekspansi pertama XPENG ke Pulau Sumatera dan menambah jumlah jaringan resminya menjadi 12 fasilitas di Indonesia.
Tidak sekadar menjadi showroom, XPENG Medan menghadirkan layanan terpadu 3S (Sales, Service, Spare Parts). Artinya, konsumen dapat membeli kendaraan, melakukan perawatan, hingga memperoleh dukungan suku cadang dalam satu lokasi.
Langkah ini memperlihatkan bahwa strategi XPENG tidak hanya berfokus menjual mobil listrik premium, tetapi juga membangun ekosistem layanan purnajual untuk memberikan kepastian dan kenyamanan selama masa kepemilikan kendaraan.
XPENG Masuk Sumatera, Medan Jadi Pintu Ekspansi Pertama
Pemilihan Medan bukan tanpa alasan. Sebagai salah satu pusat ekonomi dan perdagangan terbesar di Sumatera, kota ini memiliki posisi strategis untuk menjangkau konsumen kendaraan listrik premium di Sumatera Utara dan wilayah sekitarnya.
XPENG menggandeng PT Putranusa Agung Persada sebagai mitra lokal dalam pengembangan jaringan tersebut. Perusahaan ini memiliki pengalaman lebih dari 43 tahun di industri otomotif Indonesia.
XPENG Experience & Service Center Medan berdiri di atas lahan seluas 4.054 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 1.460 meter persegi.
Fasilitasnya mencakup empat service bay untuk perawatan dan perbaikan kendaraan serta lima fasilitas pengisian daya (charging).
Kombinasi showroom, bengkel resmi, dan fasilitas pengisian daya ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan pengalaman kepemilikan mobil listrik yang lebih terintegrasi.
CEO Erajaya Active Lifestyle, Djohan Sutanto, menyebut Medan sebagai salah satu pasar strategis dalam pengembangan XPENG di Indonesia. Kolaborasi dengan mitra lokal diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap teknologi kendaraan listrik sekaligus memastikan dukungan layanan sesuai standar XPENG.
Sementara itu, COO PT Putranusa Agung Persada, Wisanto Sie, melihat kehadiran XPENG sebagai peluang memperkenalkan pilihan mobilitas modern kepada masyarakat Medan dengan dukungan pengalaman perusahaan di industri otomotif.
Jaringan XPENG Bertambah Jadi 12 Fasilitas, Apa Strateginya?
Ekspansi ke Medan merupakan bagian dari upaya XPENG memperkuat jaringan nasional, sekaligus memperluas jangkauan layanan ke kota-kota besar di Indonesia.
Menariknya, peresmian fasilitas Medan dilakukan sehari setelah XPENG membuka Experience & Service Center Pajajaran di Bandung pada 28 Oktober 2026. Fasilitas Bandung tersebut menjadi jaringan ke-11, sebelum kemudian disusul Medan sebagai fasilitas ke-12.
Ekspansi dalam waktu berdekatan ini menunjukkan upaya XPENG mempercepat pengembangan jaringan, tidak hanya berpusat di Jakarta dan sekitarnya.
Strategi tersebut relevan dengan karakter pasar kendaraan listrik. Berbeda dari sekadar membeli produk elektronik, kepemilikan mobil listrik membutuhkan dukungan layanan jangka panjang, mulai dari pemeriksaan berkala, penanganan gangguan sistem elektronik, hingga perbaikan komponen utama.
Karena itu, keberadaan bengkel resmi di berbagai kota menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan konsumen.
Semakin dekat akses layanan, semakin terbuka pula peluang bagi produsen untuk menjangkau calon pembeli yang sebelumnya ragu menggunakan kendaraan listrik karena keterbatasan fasilitas perawatan.
Layanan 3S XPENG: Beli Mobil, Servis, hingga Suku Cadang dalam Satu Tempat
Salah satu keunggulan XPENG Experience & Service Center adalah penerapan konsep 3S yang mengintegrasikan tiga kebutuhan utama konsumen.
Sales memberikan akses bagi calon pembeli untuk mengenal produk, berkonsultasi, dan melakukan transaksi kendaraan.
Service menyediakan fasilitas perawatan berkala serta penanganan teknis melalui bengkel resmi dan teknisi terlatih.
Sementara Spare Parts mendukung kebutuhan komponen dan suku cadang asli untuk menjaga performa serta keandalan kendaraan.
Integrasi ini membuat konsumen memiliki akses lebih praktis terhadap berbagai kebutuhan kendaraan tanpa harus mencari lokasi penjualan dan bengkel yang berbeda.
Namun, layanan 3S tidak cukup hanya dilihat dari kelengkapan fasilitas. Ketersediaan teknisi, kecepatan penanganan, kepastian stok komponen, dan kualitas perbaikan tetap menjadi penentu kepuasan pelanggan.
Di sinilah konsistensi operasional jaringan XPENG akan diuji seiring bertambahnya jumlah kendaraan yang beredar.
Garansi 8 Tahun dan Diagnostik Jarak Jauh, Bagaimana Dukungan Purnajualnya?
Selain memperluas jaringan fisik, XPENG juga menawarkan dukungan purnajual untuk menjawab kekhawatiran konsumen terhadap biaya dan kemudahan perawatan mobil listrik.
Berdasarkan informasi layanan resmi XPENG Indonesia, kendaraan mendapatkan perlindungan garansi hingga 8 tahun atau 160.000 kilometer. Perlindungan tersebut mencakup baterai tegangan tinggi, Battery Management System (BMS), dan motor listrik dengan masa garansi yang sama.
Untuk perawatan berkala, XPENG menetapkan interval servis setiap 12 bulan atau 20.000 kilometer, mana yang tercapai lebih dahulu. Selain itu, pemeriksaan awal dilakukan pada 5.000 kilometer atau tiga bulan setelah kendaraan diserahkan.
Fitur lain yang menarik adalah teknologi diagnostik jarak jauh. Sistem ini memungkinkan teknisi mengidentifikasi gangguan berdasarkan data teknis kendaraan. Dalam kondisi tertentu, penanganan masalah bahkan dapat dilakukan tanpa pemilik harus langsung membawa mobil ke bengkel.
Dari sisi suku cadang, XPENG menyebut telah memiliki gudang pusat di China dan gudang lokal di Indonesia untuk mendukung distribusi komponen.
Keberadaan gudang lokal diharapkan membantu mempercepat pemenuhan kebutuhan suku cadang. Meski demikian, waktu tunggu tetap bergantung pada jenis komponen, ketersediaan stok, dan tingkat kerumitan perbaikan.
Dukungan tersebut menjadi bagian penting karena kekhawatiran terhadap ketersediaan suku cadang dan lamanya waktu perbaikan masih menjadi pertimbangan calon pembeli mobil listrik.
Ekspansi XPENG ke Sumatera dan Tantangan Pasar Mobil Listrik Premium
Perluasan jaringan XPENG hingga Medan membawa pesan bahwa persaingan mobil listrik premium di Indonesia mulai bergerak ke tahap yang lebih luas.
Jika sebelumnya persaingan banyak bertumpu pada desain, teknologi, fitur pintar, dan jarak tempuh, kini kesiapan layanan purnajual juga menjadi faktor pembeda.
Sumatera menawarkan peluang pengembangan pasar, tetapi penetrasi kendaraan listrik premium membutuhkan dukungan ekosistem yang memadai. Infrastruktur pengisian daya, edukasi konsumen, ketersediaan teknisi, dan distribusi suku cadang harus berkembang seiring pertumbuhan penjualan.
Kehadiran empat service bay dan lima fasilitas pengisian daya di XPENG Medan menjadi langkah awal untuk mendekatkan layanan kepada konsumen. Tantangan berikutnya adalah memastikan kapasitas fasilitas tersebut mampu mengikuti peningkatan jumlah kendaraan yang beroperasi.
Pada akhirnya, keberhasilan XPENG di Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi mobil listrik yang ditawarkan, tetapi juga konsistensi dalam memberikan layanan setelah transaksi pembelian.
Dengan 12 fasilitas dan penerapan layanan 3S, XPENG berupaya menjawab pertanyaan mendasar calon konsumen: bukan hanya seberapa canggih mobil listrik yang dibeli, tetapi juga seberapa mudah kendaraan tersebut dirawat ketika sudah digunakan setiap hari.
(antara/xpengindonesia/autojago/hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Sejarah Motor Listrik di Indonesia: Pelopor, Perkembangan, dan Alasan Belum Menggeser Motor Bensin




































