Tuesday, November 3, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

SMS of Death Bisa Bikin HP Android Bootloop

Mistar.idSelasa, 3 November 2026 pukul 09.12 WIB
sms_of_death_bisa_bikin_hp_android_bootloop

Android. (Foto: Linked)

Jakarta, MISTAR.ID – Peneliti keamanan siber, Mark Blaszczyk, menemukan celah keamanan baru pada perangkat Android yang dikenal dengan nama "SMS of Death".

Celah ini memungkinkan peretas melumpuhkan jaringan seluler hingga menyebabkan ponsel Android terus-menerus melakukan restart atau mengalami bootloop.

Celah keamanan kritis tersebut ditemukan pada perangkat yang menjalankan Android 12 ke atas di sejumlah negara. Serangan ini merupakan pengembangan dari metode klasik SMS of Death.

Melansir Ubergizmo, Selasa (3/11/2026), pelaku memanfaatkan celah tersebut dengan mengirimkan pesan WAP Push secara diam-diam di latar belakang. Pesan ini dapat melumpuhkan sinyal jaringan seluler sekaligus mengganggu sistem ponsel.

Serangan berlangsung tanpa melalui kotak masuk notifikasi pesan seperti biasanya. Pesan yang diterima langsung diproses oleh kerangka kerja telepon Android di latar belakang, sehingga pemilik perangkat tidak menyadari adanya serangan.

Setelah diproses, pesan tersebut dapat mengganggu layanan utama jaringan seluler. Akibatnya, panggilan telepon yang sedang berlangsung, termasuk panggilan darurat, berpotensi terputus.

Selain itu, pengguna bisa kehilangan koneksi ke jaringan seluler untuk sementara waktu.

Jika peretas mengirimkan sekitar 20 pesan dalam waktu singkat, ponsel berisiko mengalami bootloop. Perangkat akan terus melakukan restart dan tidak dapat masuk ke sistem secara normal.

Dalam serangan yang lebih parah, ponsel bahkan bisa mengalami bricking atau tidak dapat digunakan sama sekali.

Proses pemulihan perangkat yang terdampak juga tidak mudah. Pengguna biasanya membutuhkan bantuan teknisi khusus atau harus menghubungkan ponsel ke komputer untuk menghapus berkas sistem yang rusak secara manual.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa celah tersebut berdampak pada sejumlah perangkat populer, termasuk Google Pixel dan Samsung Galaxy.

Menanggapi temuan itu, Google mengembangkan tambalan keamanan atau security patch yang disertakan dalam pembaruan keamanan Oktober dan November untuk perangkat dengan sistem operasi Android 14 ke atas.

Melalui pembaruan tersebut, sistem dapat mendeteksi pesan berbahaya dan menghapusnya sebelum diproses oleh telephony framework.

Meski demikian, ponsel lama yang masih menggunakan versi Android lawas dan belum memperoleh tambalan keamanan tersebut tetap berisiko terkena serangan.

Pengguna pun disarankan memperbarui sistem operasi perangkat masing-masing untuk menghindari gangguan jaringan seluler hingga risiko ponsel tidak dapat digunakan akibat serangan ini. (Ubergizmo)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN