Monday, November 2, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Siaga Perang dan Bencana, 33 Negara Minta Warga Stok Makanan dan Air Darurat

Mistar.idSelasa, 3 November 2026 pukul 06.30 WIB
siaga_perang_dan_bencana_33_negara_minta_warga_stok_makanan_dan_air_darurat_

Ilustrasi, 33 bendera negara yang siaga darurat. (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)

Jakarta, MISTAR.ID — Sebanyak 33 negara di dunia meminta warganya menyiapkan bekal darurat, mulai dari makanan, air, hingga obat-obatan. Imbauan ini terkait potensi perang, cuaca ekstrem, dan ancaman keamanan siber yang bisa terjadi kapan saja.

Mengutip Newsweek, Senin (2/11/2026), setiap negara menyarankan tingkat kesiapsiagaan yang berbeda-beda. Rata-rata negara meminta warga menyiapkan stok darurat untuk tiga hari, namun ada yang lebih lama.

"Jangan menunggu keadaan darurat, bersiaplah sekarang!" tulis akun pemerintah untuk wilayah Normandia, Prancis, dalam pernyataan di media sosial.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham bahkan meminta warga mulai menyimpan makanan.

"Saya memang suka kacang-kacangan, jadi saya punya banyak kacang-kacangan di lemari, dan sup. Saya rasa makanan-makanan itulah yang saya rekomendasikan untuk dikonsumsi orang-orang," ujarnya, dikutip BBC.

Imbauan serupa disampaikan Kanada, Jepang, Meksiko, dan Belanda. Mereka menyarankan perlengkapan darurat untuk jangka waktu 72 jam.

Negara lain menyarankan periode lebih lama. Swedia dan Norwegia menyarankan persediaan untuk sekitar satu minggu, sedangkan Jerman menyarankan hingga 10 hari.

Berikut daftar 33 negara yang mengeluarkan imbauan siaga darurat berdasarkan kawasan:

Eropa

1. Inggris Raya

2. Irlandia

3. Prancis

4. Jerman

5. Belanda

6. Denmark

7. Norwegia

8. Swedia

9. Finlandia

10. Estonia

11. Latvia

12. Lituania

13. Polandia

14. Republik Ceko

15. Austria

16. Swiss

17. Kroasia

Amerika Utara

18. Amerika Serikat (AS)

19. Kanada

20. Meksiko

Amerika Selatan

21. Cile

22. Kolombia

23. Argentina

24. Brasil

Afrika

25. Afrika Selatan

Asia

26. Jepang

27. Taiwan

28. Israel

29. India

30. Filipina

31. Singapura

Oseania

32. Selandia Baru

33. Australia

Imbauan ini bukan isu baru. Komisi Eropa telah meluncurkan Strategi Serikat Kesiapsiagaan sejak Maret 2025 untuk menghadapi meningkatnya ketegangan geopolitik dan ancaman bencana alam akibat perubahan iklim.

Panduan isi perlengkapan darurat relatif konsisten, yakni makanan tidak mudah rusak, air, obat-obatan, baterai, senter, dan radio.

Di AS, Menteri Pertahanan Pete Hegseth dalam memo terbaru menyebut lebih banyak pangkalan militer AS harus mampu beroperasi mandiri setidaknya tiga bulan jika akses pasokan dari luar terputus akibat konflik.

Pada 30 September lalu, Hegseth meluncurkan inisiatif Federal Operations for Resilience, Troop Resources, Energy, Supply and Survivability (FORTRESS) sebagai polis asuransi negara untuk memastikan AS tetap memperoleh material yang dibutuhkan meski rantai pasok konvensional terputus.

Sementara itu, podcaster konservatif Amerika sekaligus mantan Wakil Direktur FBI, Dan Bongino, menyebut kesiapsiagaan darurat penting untuk mengurangi kecemasan dan kepanikan di masa sulit.

"Siapkan radio darurat dan baterai. Sediakan juga persediaan makanan darurat, alat penampung air hujan, serta tablet pemurni air," ujarnya. (hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN