Wednesday, September 23, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Super Flu H3N2 Subclade K Terdeteksi di 13 Provinsi, Ini Daerah dengan Kasus Terbanyak

Mistar.idRabu, 23 September 2026 pukul 16.46 WIB
super_flu_h3n2_subclade_k_terdeteksi_di_13_provinsi_ini_daerah_dengan_kasus_terbanyak

Ilustrasi anak alami Super Flu H3N2 Subclade K (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Influenza A(H3N2) subclade K yang belakangan dikenal dengan sebutan "Super Flu" telah ditemukan di 13 provinsi di Indonesia. Berdasarkan data pemerintah, Jawa Timur dan Kalimantan Selatan menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi.

Temuan tersebut tercatat dalam Laporan Pengawasan Kasus Influenza dan COVID-19 hingga 19 September 2026 atau pekan ke-37. Data yang dihimpun merupakan akumulasi kasus sejak Januari 2026.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Aji Muhawarman mengatakan, pemerintah menggunakan istilah Influenza tipe A(H3N2) subclade K untuk menyebut varian tersebut.

"Yang digunakan istilahnya Influenza tipe A(H3N2) subclade K. Data tersebut merupakan data kumulatif dari Januari 2026," kata Aji saat dihubungi, Selasa (22/9/2026).

Balita dan Lansia Berisiko Mengalami Gejala Berat

Influenza A, termasuk H3N2 dan subclade K, dapat menyebabkan kondisi yang lebih serius pada kelompok tertentu.

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr dr Nastiti Kaswandani, SpA, Subsp Respi(K), menjelaskan bahwa usia menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.

Balita dan lanjut usia (lansia) merupakan kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi berat ketika terinfeksi influenza.

Risiko keparahan juga dapat meningkat pada orang dengan penyakit penyerta atau gangguan yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Di antaranya pasien dengan penyakit jantung, kanker, HIV, serta mereka yang mengonsumsi obat penekan sistem imun, termasuk dalam penanganan penyakit autoimun.

Vaksinasi Influenza Masih Penting

Nastiti juga mengingatkan pentingnya imunisasi influenza sebagai salah satu langkah pencegahan. Vaksinasi tetap berperan dalam membantu mengurangi risiko penularan sekaligus menekan kemungkinan terjadinya penyakit berat.

Hingga kini, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa H3N2 subclade K kebal terhadap imunisasi influenza atau membuat vaksin kehilangan manfaatnya bagi orang yang telah menerima vaksinasi.

Kelompok yang memiliki risiko tinggi pun tetap dianjurkan memperhatikan langkah pencegahan, terutama saat muncul gejala infeksi saluran pernapasan.

Dengan ditemukannya H3N2 subclade K di berbagai daerah, pemantauan terhadap perkembangan kasus influenza menjadi bagian penting dari pengawasan kesehatan masyarakat.

Sebaran Kasus Super Flu di 13 Provinsi

Laporan kumulatif pemerintah hingga 19 September 2026 mencatat kasus Influenza A(H3N2) subclade K telah ditemukan di 13 provinsi.

Jawa Timur dan Kalimantan Selatan berada di posisi tertinggi dengan masing-masing 18 kasus. Sementara itu, Jawa Barat tercatat memiliki 12 kasus dan DKI Jakarta sebanyak 11 kasus.

Berikut rincian sebaran kasus H3N2 subclade K:

  1. Jawa Timur: 18 kasus
  2. Kalimantan Selatan: 18 kasus
  3. Jawa Barat: 12 kasus
  4. DKI Jakarta: 11 kasus
  5. Sumatera Selatan: 5 kasus
  6. Sumatera Utara: 3 kasus
  7. Bali: 2 kasus
  8. Nusa Tenggara Timur: 2 kasus
  9. Nusa Tenggara Barat: 1 kasus
  10. Sulawesi Utara: 1 kasus
  11. Jawa Tengah: 1 kasus
  12. Sulawesi Selatan: 1 kasus
  13. DI Yogyakarta: 1 kasus

Sebaran tersebut menunjukkan kasus H3N2 subclade K telah ditemukan di berbagai wilayah, mulai dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara hingga Sulawesi.

Data tersebut masih merupakan akumulasi kasus sejak Januari 2026 sehingga pemantauan lebih lanjut diperlukan untuk melihat perkembangan penyebaran influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN