Monday, November 2, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Pelaksanaan TKA SMA 2026 Diwarnai Kendala Teknis hingga Dugaan Pelanggaran

Mistar.idSenin, 2 November 2026 pukul 08.11 WIB
pelaksanaan_tka_sma_2026_diwarnai_kendala_teknis_hingga_dugaan_pelanggaran

TKA. (Foto: UMSU)

Jakarta, MISTAR.ID – Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA sederajat tahun 2026 berlangsung dalam dua gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan pada 26–29 Oktober 2026, sedangkan gelombang kedua dijadwalkan pada 2–5 November 2026.

Selama pelaksanaannya, sejumlah persoalan menjadi perhatian, mulai dari penyesuaian jadwal bagi sekolah di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), gangguan teknis jaringan, tanggapan siswa terhadap soal ujian, hingga dugaan pelanggaran.

Berikut rangkuman sejumlah peristiwa yang mewarnai pelaksanaan TKA SMA sederajat 2026.

1. Jadwal TKA di Daerah Terdampak Bencana Berpeluang Disesuaikan

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membuka kemungkinan untuk menyesuaikan jadwal Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA sederajat 2026 bagi daerah yang sedang menghadapi kondisi darurat bencana.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menyampaikan, kajian tersebut terutama ditujukan bagi wilayah yang belum memungkinkan mengikuti ujian, bahkan hingga jadwal susulan.

Menurut Fajar, kementerian akan mempertimbangkan alternatif waktu pelaksanaan dengan melihat perkembangan kondisi di lapangan.

"Aturan itu bisa kita sesuaikan kalau situasi lapangan memang menuntut perubahan," kata Fajar dilansir dari Kompas.com, Senin (2/11/2026).

Ia menambahkan, rencana perubahan jadwal masih dalam tahap evaluasi. Keputusan mengenai kebijakan tersebut nantinya akan diumumkan secara resmi oleh kementerian.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kalimantan Tengah. Berdasarkan pemantauan Kemendikdasmen, pelaksanaan TKA di daerah tersebut masih mempertimbangkan kondisi kualitas udara akibat karhutla.

Walaupun hujan telah mengguyur wilayah tersebut, indeks standar pencemar udara (ISPU) yang dilaporkan masih berada di atas angka 200 atau masuk kategori tidak sehat. Pemerintah daerah juga masih menunggu arahan mengenai kemungkinan perpanjangan status tanggap darurat.

"Berbagai laporan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah penanganan sesuai karakteristik dan kebutuhan setiap daerah," ujar Fajar.

2. Gangguan Jaringan Membuat Sejumlah Peserta Harus Mengikuti Ujian Susulan

Pelaksanaan TKA pada hari kedua, Selasa (27/10/2026), sempat mengalami gangguan teknis jaringan pada sesi pertama.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan peserta yang terdampak gangguan tersebut akan mendapatkan kesempatan mengikuti ujian susulan.

Ujian pengganti itu dijadwalkan berlangsung pada Jumat (30/10/2026).

"Nanti yang mengalami kendala pada saat ujian Bahasa Inggris sesi pertama itu nanti kita akan susulkan di hari Jumat," kata Mu'ti di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Mu'ti menjelaskan, gangguan jaringan tersebut muncul ketika ujian sudah berlangsung, bukan sejak awal pengerjaan. Setelah kendala ditemukan, pemerintah memutuskan untuk menjadwalkan ulang ujian bagi peserta yang terdampak.

Sementara itu, sesi kedua dan ketiga pada hari yang sama serta pelaksanaan ujian pada hari berikutnya berlangsung tanpa gangguan berarti.

"Tapi sesi kedua, sesi ketiga dan hari ini juga berjalan lancar, tidak ada kendala," jelasnya.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menyebut persoalan jaringan tersebut menjadi bahan evaluasi kementerian.

Pihaknya terus melakukan pemantauan dan menjalin koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kendala selama pelaksanaan TKA dapat ditangani.

"Kami terus memantau pelaksanaan TKA dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan setiap kendala ditangani dengan sebaik-baiknya," kata Toni dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (28/10/2026).

3. Siswa Menilai Soal TKA Membutuhkan Ketelitian dan Konsentrasi

Selain persoalan teknis, tingkat kesulitan soal TKA juga mendapat perhatian dari para peserta. Sejumlah siswa menilai soal yang disajikan membutuhkan konsentrasi dan pemahaman mendalam, terutama pada materi literasi.

Siswi kelas XII SMAN 3 Tangerang Selatan, Banten, Nairah Marwah Dewi, menganggap beberapa pertanyaan dalam TKA 2026 cukup mengecoh atau tricky.

Penilaian tersebut disampaikannya setelah mengikuti ujian Bahasa Indonesia pada hari pertama, Senin (26/10/2026).

"Jadi TKA tadi pertanyaannya memang agak tricky, jadi tipsnya itu kita harus baca benar-benar dan harus fokus biar kita bisa lebih dapet jawabannya, dapet jawabannya enak," kata Nairah di sekolahnya, Senin.

Saat mengikuti ujian, Nairah juga sempat mengalami kesulitan ketika hendak masuk ke komputer untuk mengakses soal. Namun, setelah kendala tersebut ditangani, proses pengerjaan kembali berjalan lancar.

Ia juga menilai sebagian soal memiliki bacaan yang cukup panjang sehingga peserta harus benar-benar berkonsentrasi untuk memahami isi dan maksud pertanyaan.

“Paling susah itu soal tentang materi-materi yang literasinya, karena itu panjang banget dan kita harus bener-bener fokus ya buat memahami materinya, sehingga kita bisa menjawab soalnya,” ujar Nairah.

Halaman:


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN