Monday, November 2, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Arsenal Akhiri Kutukan Anfield dan Rebut Puncak Klasemen

Mistar.idSenin, 2 November 2026 pukul 08.22 WIB
arsenal_akhiri_kutukan_anfield_dan_rebut_puncak_klasemen

Kiper Arsenal David Raya (kiri) dan Kai Havertz beraksi dalam pertandingan Liga Inggris antara Liverpool dan Arsenal di Liverpool, Inggris, Minggu (1/11/2026). (foto: AP/Jon Super)

Liverpool, MISTAR.ID - Arsenal berhasil mengakhiri penantian selama 14 tahun untuk meraih kemenangan di markas Liverpool. The Gunners menaklukkan tuan rumah dengan skor tipis 1-0 dalam lanjutan Liga Inggris, Minggu (1/11/2026), berkat gol Kai Havertz pada babak pertama.

Kemenangan di Stadion Anfield tersebut sekaligus mengantarkan Arsenal ke puncak klasemen sementara Premier League. Tim asuhan Mikel Arteta kini mengoleksi delapan kemenangan dan unggul tiga poin dari Manchester City yang turun ke posisi kedua.

Terakhir kali Arsenal menang di Anfield terjadi pada 2012. Saat itu, Arteta masih berstatus sebagai pemain yang mengisi lini tengah The Gunners.

Penantian panjang tersebut akhirnya berakhir melalui gol Havertz pada menit ke-16. Penyerang asal Jerman itu menyelesaikan umpan silang mendatar Declan Rice dari sisi kanan dengan sontekan jarak dekat di tiang jauh.

Gol tersebut berawal dari kesalahan kiper Liverpool, Alisson Becker. Upayanya memainkan bola pendek saat tendangan gawang justru dipotong kapten Arsenal, Martin Odegaard. Bola kemudian mengalir ke Rice yang melakukan overlap sebelum mengirimkan umpan matang kepada Havertz.

Bagi Havertz, gol tersebut juga memiliki arti tersendiri. Ia kini menjadi pemain Jerman dengan koleksi gol terbanyak sepanjang sejarah Premier League, yakni 46 gol, melewati catatan mantan gelandang Manchester City, Ilkay Gundogan, dengan 45 gol.

Setelah unggul, Arsenal harus bekerja keras mempertahankan keunggulan. Liverpool memberikan tekanan besar, terutama menjelang akhir babak pertama.

Florian Wirtz sempat mengancam melalui tendangan bebas yang membentur mistar gawang. Alexis Mac Allister juga memperoleh peluang melalui sundulan tanpa pengawalan, tetapi bola melambung di atas mistar.

Liverpool turut melayangkan sejumlah protes terkait dugaan pelanggaran di kotak penalti. Namun, wasit tidak memberikan hadiah penalti.

Meski terus mendapat tekanan, lini pertahanan Arsenal mampu menjaga keunggulan hingga pertandingan berakhir. Kemenangan ini sekaligus menjadi clean sheet keenam Arsenal dalam sembilan pertandingan.

Menariknya, Liverpool justru tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan.

Gelandang Liverpool Dominik Szoboszlai mengakui perjalanan timnya untuk mencapai puncak klasemen masih membutuhkan waktu.

"Beberapa hari kami merasa berada di puncak, tetapi pada hari lain rasanya kami bahkan belum dekat ke sana. Dibutuhkan waktu untuk mencapai puncak," ujar Szoboszlai.

Sementara itu, Rice menyoroti kekompakan lini pertahanan Arsenal yang menurutnya menjadi salah satu kekuatan utama tim.

"Pada akhirnya, lini pertahanan itu, cara kami tetap bersama, kebersamaan yang kami miliki, tidak terkalahkan. Ini sesuatu yang belum pernah saya lihat sebelumnya," kata Rice.

Kekalahan tersebut mengakhiri lima kemenangan beruntun Liverpool sejak kekalahan sebelumnya dari Manchester City di Anfield pada 11 Oktober. Hasil ini membuat Liverpool tertahan di posisi kelima dengan selisih sembilan poin dari Arsenal.

Kemenangan di Anfield terasa semakin penting bagi Arsenal setelah mengalami hasil mengecewakan di ajang Piala Liga Inggris.

Hanya berselang lima hari, Arsenal mengalami dua hasil yang bertolak belakang. Mereka sebelumnya tersingkir setelah kalah dari Fleetwood Town, klub divisi empat, melalui adu penalti. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN