Monday, November 2, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Kesal Liverpool Tak Dapat Penalti, Iraola Bakal Minta Pemainnya Berani Diving

Mistar.idSenin, 2 November 2026 pukul 08.33 WIB
kesal_liverpool_tak_dapat_penalti_iraola_bakal_minta_pemainnya_berani_diving

Pelatih Liverpool Andoni Iraola. (foto: Getty Images via BBC)

Liverpool, MISTAR.ID - Andoni Iraola mengkritik keputusan wasit yang tidak memberikan penalti kepada Liverpool saat kalah 0-1 dari Arsenal dalam lanjutan Liga Inggris di Anfield, Minggu (1/11/2026). Pelatih asal Spanyol itu bahkan mengaku akan meminta para pemainnya melakukan diving jika mengalami pelanggaran serupa pada pertandingan berikutnya.

Insiden yang dipersoalkan terjadi pada babak pertama ketika Liverpool tertinggal akibat gol Kai Havertz. Penyerang Liverpool, Alexander Isak, mengalami tarikan jersey oleh bek Arsenal, Jurrien Timber, saat berusaha menyambut umpan silang Bradley Barcola.

Namun, Isak tetap berusaha berdiri dan melanjutkan pergerakannya. Wasit Andy Madley tidak menunjuk titik putih meskipun terlihat adanya tarikan terhadap pemain asal Swedia tersebut.

Wasit Stuart Attwell yang bertugas sebagai Video Assistant Referee (VAR) juga menilai kontak tersebut tidak cukup kuat untuk mengubah keputusannya di lapangan.

Iraola tidak sependapat dengan keputusan tersebut. Menurut dia, tarikan jersey Timber membuat Isak kehilangan kesempatan untuk menyundul bola ke arah gawang.

"Ada tarikan jersey yang jelas. Alex berada tepat di depannya dan akan menyundul bola di depan gawang, tetapi tidak bisa melakukannya karena jersey-nya ditarik," kata Iraola kepada Match of the Day, dikutip BBC.

Dia menilai Isak seharusnya mendapatkan penalti apabila menjatuhkan diri setelah mengalami tarikan tersebut.

"Jika dia menjatuhkan diri, mereka pasti memberikan penalti 100 persen. Seharusnya memang seperti itu, tetapi inilah kenyataannya. Lain kali, para manajer harus meminta Alex untuk menjatuhkan diri. Kalau tidak, mereka tidak akan memberikan penalti," ujarnya.

Iraola bahkan menegaskan bahwa dirinya akan menyampaikan instruksi tersebut kepada Isak dan pemain lainnya.

"Ya, tentu saja," jawabnya ketika ditanya Sky Sports apakah akan meminta Isak melakukan hal tersebut pada pertandingan mendatang.

Dalam konferensi pers, Iraola kembali menyampaikan kekecewaannya. Dia menyebut situasi tersebut ironis karena pemain yang tidak berusaha menjatuhkan diri justru tidak mendapatkan keputusan yang menguntungkan.

"Sayang sekali Anda menanyakan hal ini kepada saya, tetapi sejujurnya, ya, kami harus meminta mereka untuk menjatuhkan diri karena kalau tidak, pelanggaran itu tidak akan diberikan. Kemudian wasit mengeluh mengapa pemain sering menjatuhkan diri. Karena kalau tidak menjatuhkan diri, pelanggaran tidak diberikan," kata Iraola.

Dia tetap menilai Isak telah menunjukkan sikap sportif karena berusaha mengejar bola, bukan mencari keuntungan dengan menjatuhkan diri.

"Saya pikir Alex pemain yang jujur. Dia berusaha mengejar bola. Semua orang bisa langsung melihat bahwa ada tarikan yang sangat jelas," tambahnya.

Menurut pemahaman atas insiden tersebut, kontak antara Timber dan Isak dinilai relatif minimal. Tarikan jersey dianggap sebagai sentuhan singkat, bukan pelanggaran berupa menahan lawan secara berkelanjutan.

Mantan asisten wasit Liga Inggris, Darren Cann, mengatakan tindakan Timber sebenarnya berisiko karena bisa saja berujung penalti.

"Timber mengambil risiko besar dengan menarik jersey tersebut. Pada pertandingan lain, keputusan penalti sangat mungkin diberikan," kata Cann kepada BBC Sport.

Dia menilai insiden itu berada di wilayah abu-abu karena aturan mengharuskan adanya tindakan menahan lawan secara berkelanjutan. Perbedaan penilaian mengenai apakah tarikan tersebut memenuhi kriteria itulah yang membuat keputusan tersebut tidak mudah.

Selain insiden Isak, Liverpool juga sempat meminta penalti setelah Cody Gakpo terjatuh di kotak penalti akibat kontak dengan Christos Tzolis. Namun, wasit kembali tidak memberikan hadiah penalti.

Mantan gelandang Liverpool, Danny Murphy, menilai keputusan terkait Isak menjadi salah satu momen penting dalam pertandingan.

"Saya pikir Arsenal beruntung. Jika Isak sedikit lebih menunjukkan reaksinya, mungkin keputusannya berbeda. Saya tidak suka melihat pemain melebih-lebihkan pelanggaran, tetapi dia sebenarnya akan mencetak gol. Ini momen besar dalam pertandingan," kata Murphy.

Gary Neville juga menganggap reaksi Isak tidak biasa bagi seorang penyerang yang kehilangan kesempatan mencetak gol akibat tarikan lawan.

"Ketika jersey Anda ditarik dan Anda hampir mencetak gol, biasanya Anda akan langsung melakukan protes keras. Reaksi Isak yang tidak menunjukkan protes merupakan sesuatu yang sangat aneh," ujar Neville dalam komentarnya di Sky Sports.

Sementara itu, kapten Liverpool Virgil van Dijk mempertanyakan mengapa Isak harus melakukan protes ketika insiden tersebut dapat dilihat melalui banyak kamera.

"Kami memiliki 50 kamera. Mengapa dia harus mengeluh ketika ada begitu banyak kamera? Semua orang sudah melihatnya. Pada akhirnya, penalti tidak diberikan dan kami kalah dalam pertandingan. Selamat untuk Arsenal," kata Van Dijk.

Kekalahan tersebut membuat Liverpool gagal mendapatkan poin di kandang sendiri, sementara Arsenal membawa pulang kemenangan 1-0 berkat gol Havertz. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN