Sunday, November 1, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Binance Lacak Peretasan Dana Kripto US$6,3 Miliar

Mistar.idMinggu, 1 November 2026 pukul 10.05 WIB
binance_lacak_peretasan_dana_kripto_us63_miliar

Ilustrasi. (Foto: Reuters)

Jakarta, MISTAR.ID - Bursa kripto terbesar di dunia, Binance, tengah menyelidiki peretasan yang menyebabkan dana senilai US$6,3 miliar dicuri. Hasil penelusuran sementara mengarah pada dugaan keterlibatan peretas asal Korea Utara.

Peristiwa tersebut diduga menjadi salah satu pencurian aset kripto terbesar yang pernah terjadi. Berdasarkan hasil investigasi, peretasan bermula dari laptop milik seorang teknisi perangkat lunak perusahaan yang telah disusupi peretas.

Akses tersebut kemudian dimanfaatkan untuk masuk ke kontainer layanan dan mengajukan transaksi penarikan dana tanpa izin.

"Peretasan terjadi melalui laptop seorang insinyur, yang memungkinkan penyerang mendapatkan akses ke kontainer layanan dan mengajukan transaksi penarikan yang tidak sah," ungkap Binance, dikutip dari CNN, Sabtu (31/10/2026).

Dalam upaya penanganan kasus tersebut, tim yang melibatkan sejumlah perusahaan mata uang kripto berhasil membekukan sekitar US$3 miliar dari total dana yang dicuri sebesar US$6,3 miliar.

Tim investigasi masih berupaya melacak dan mengendalikan kembali aset digital yang berada di tangan peretas.

CEO Binance, Richard Teng, melalui platform X menjelaskan bahwa peretasan tersebut bukanlah tindakan yang terjadi hanya dengan sekali klik, melainkan melalui proses yang kompleks.

Hingga saat ini, investigasi belum mengidentifikasi individu tertentu sebagai pelaku. Selain itu, tidak ditemukan bukti adanya kebocoran kunci privat (private key) dompet digital.

Binance memastikan akan menanggung seluruh kerugian menggunakan dana perusahaan serta dana aset darurat. Perusahaan juga menyatakan dana milik pengguna tetap aman.

Sebagai langkah pengamanan, Binance untuk sementara menangguhkan layanan penyetoran dan penarikan dana. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menyelesaikan pemeriksaan keamanan sekaligus memberikan kesempatan kepada mitra intelijen blockchain melacak dan memulihkan aset yang dicuri.

Layanan penarikan dana diperkirakan kembali beroperasi pada Minggu pagi. (hm25/detikfinance)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN