Saturday, October 31, 2026
home_banner_first
WISATA

Festival Berlabuh Deli Serdang 2026 Tuai Apresiasi Kementerian Pariwisata karena Inklusif

Mistar.idSabtu, 31 Oktober 2026 pukul 14.42 WIB
festival_berlabuh_deli_serdang_2026_tuai_apresiasi_kementerian_pariwisata_karena_inklusif

Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang Tahun 2026 mendapat apresiasi Kementerian Pariwisata.(Foto: sembiring/ mistra)

Deli Serdang, MISTAR.ID (31/10/2026) – Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang 2026 mendapat apresiasi dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia karena menerapkan prinsip inklusivitas. Hal itu diwujudkan melalui penyediaan fasilitas ramah disabilitas serta ruang seni dan budaya yang terbuka bagi semua kalangan.

Apresiasi tersebut disampaikan perwakilan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Femmy Indriyani Dalimunthe, saat pembukaan Festival Berlabuh di Lapangan Tengku Raja Muda, Lubuk Pakam, Jumat (30/10/2026) malam.

“Keberhasilan festival yang berawal dari inisiatif kreatif para alumni Duta Wisata sejak 2023 hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 merupakan bukti bahwa potensi lokal Deli Serdang memiliki daya tarik dan daya saing di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Femmy juga mengapresiasi upaya penyelenggara dalam menghadirkan fasilitas ramah disabilitas serta menjaga keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi penggunaan dekorasi sekali pakai.

Ia berharap Festival Berlabuh di Deli Serdang dapat terus berkembang melalui kolaborasi seluruh pihak. Festival tersebut juga diharapkan menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap tradisi leluhur sekaligus mendorong inovasi dalam memajukan pariwisata daerah.

Menurutnya, festival budaya harus menjadi ruang perjumpaan lintas budaya yang tidak hanya menampilkan seni dan tradisi, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi kreatif, membuka peluang kerja, serta memberikan kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berkembang.

Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, yang membuka festival tersebut, mengatakan seni tidak boleh dibatasi oleh standar kecantikan, bentuk fisik, maupun ukuran tertentu. Setiap orang harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya.

“Kita berbeda, tetapi kita satu. Perbedaan dan keberagaman merupakan kekayaan yang harus kita pertahankan sebagai bagian dari nilai-nilai tradisi dan budaya yang kita miliki,” ujarnya.

Festival yang mengusung tema “Sepilin Berbilang Rona, Seiras Berbilang Rasa” ini menjadi wadah perjumpaan berbagai latar belakang budaya melalui pagelaran seni dan parade kontingen. Tema tersebut mengandung pesan tentang pentingnya menerima perbedaan suku, agama, ras, warna kulit, maupun kondisi fisik.

Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan gendang Pakpung oleh Wakil Bupati Deli Serdang, didampingi jajaran organisasi perangkat daerah (OPD). Acara kemudian dilanjutkan dengan persembahan wastra daerah dan parade kontingen dari berbagai daerah.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN