Friday, October 30, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Jak-Japan Matsuri 2026 Digelar 31 Oktober, Ada JKT48, Anime hingga Festival Budaya Jepang

Mistar.idJumat, 30 Oktober 2026 pukul 14.30 WIB
jakjapan_matsuri_2026_digelar_31_oktober_ada_jkt48_anime_hingga_festival_budaya_jepang

Jak-Japan Matsuri 2026 Digelar 31 Oktober. (foto ilustrasi:gemini/mistar)

Pematangsiantar, MISTAR.ID — Penggemar budaya Jepang punya kesempatan menikmati suasana Negeri Sakura tanpa harus bepergian ke luar negeri. Jak-Japan Matsuri 2026 kembali digelar pada 31 Oktober–1 November 2026 di Plaza Parkir Timur Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, dengan menghadirkan pertunjukan musik, tradisi Jepang, anime, kuliner, hingga aktivitas budaya interaktif.

Memasuki penyelenggaraan ke-16, festival persahabatan Indonesia–Jepang ini tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang pertukaran budaya dua negara. Sejumlah penampil yang dijadwalkan meramaikan acara antara lain JKT48, JAM Heads, Orkes Nunung CS, NEYM, Shinnosuke, dan DARUMA Rollin'.

Mengusung semangat Indonesia and Japan Always Together, Jak-Japan Matsuri 2026 mengajak masyarakat mengenal lebih dekat kebudayaan Jepang sekaligus menikmati kekayaan seni dan tradisi Indonesia.

Apa Itu Jak-Japan Matsuri? Festival Persahabatan Indonesia–Jepang

Jak-Japan Matsuri merupakan festival tahunan yang mempertemukan masyarakat Indonesia dan Jepang melalui musik, seni, kuliner, tradisi, serta berbagai kegiatan komunitas.

Kata matsuri dalam bahasa Jepang berarti festival atau perayaan. Sesuai namanya, acara ini menjadi wadah untuk memperkenalkan kebudayaan kedua negara sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat.

Festival tersebut pertama kali diselenggarakan pada 2009, bertepatan dengan peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang. Sejak saat itu, Jak-Japan Matsuri berkembang menjadi salah satu agenda pertukaran budaya Jepang yang dikenal luas di Indonesia.

Pada 2026, festival kembali menghadirkan konsep yang memadukan kebudayaan tradisional dan populer agar dapat dinikmati berbagai generasi.

JKT48, Bon Odori hingga Zona Anime Jadi Daya Tarik

Salah satu daya tarik Jak-Japan Matsuri 2026 adalah keberagaman pertunjukannya. Pengunjung tidak hanya dapat menikmati musik modern, tetapi juga menyaksikan kesenian tradisional Jepang dan Indonesia.

JKT48 dijadwalkan tampil pada Minggu, 1 November 2026 pukul 15.20 WIB. Selain itu, panggung festival akan diramaikan penampilan Oedo Sukeroku Ryu Jakarta Taiko, Yosakoi Naruko Odori, Angklung Interaktif Jakarta, serta sejumlah musisi dan kelompok seni lainnya.

Pengunjung juga dapat menyaksikan pertunjukan Kamen Rider dan Gavan Live Stage Show yang menghadirkan nuansa budaya populer Jepang.

Bagi pencinta tradisi, Bon Odori Night menjadi agenda menarik. Dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober pukul 18.00 WIB, kegiatan ini menghadirkan tarian tradisional Jepang yang memungkinkan pengunjung ikut menari bersama.

Ada pula parade Mikoshi, yakni arak-arakan kuil portabel yang menjadi bagian dari festival tradisional Jepang. Pengunjung bahkan berkesempatan merasakan pengalaman mengangkat Mikoshi melalui aktivitas interaktif.

Hal menarik lainnya adalah kehadiran zona IP Anime. Area ini memberikan ruang bagi penggemar anime untuk menikmati berbagai aktivasi bertema karakter dan kekayaan intelektual populer Jepang.

Menjelajahi Jepang Lewat Kuliner, Kerajinan, dan Permainan Tradisional

Jak-Japan Matsuri 2026 tidak hanya berpusat pada panggung hiburan. Festival ini juga menyediakan pengalaman edukatif melalui zona budaya, lokakarya, dan aktivitas interaktif.

Melalui zona Menjelajahi Jepang, pengunjung dapat mengenal berbagai prefektur di Jepang, termasuk informasi pariwisata, kuliner, pendidikan, dan peluang beasiswa MEXT.

Sementara itu, lokakarya budaya menghadirkan aktivitas seperti origami, pembuatan Sarubobo, permainan tradisional Jepang, hingga pembuatan miniatur helm kabuto dari koran.

Menariknya, budaya Indonesia juga mendapatkan ruang melalui kegiatan membatik dengan teknik tie-dye, mewarnai ondel-ondel, serta lokakarya membuat kerak telor.

Perpaduan tersebut memperlihatkan bahwa festival ini tidak hanya memperkenalkan Jepang kepada masyarakat Indonesia, tetapi juga mempromosikan warisan budaya lokal kepada pengunjung.

Sejarah Jak-Japan Matsuri: Berawal dari 50 Tahun Hubungan Diplomatik

Lahirnya Jak-Japan Matsuri tidak dapat dipisahkan dari perjalanan hubungan Indonesia dan Jepang.

Festival ini pertama kali digelar pada 2009 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Penyelenggaraannya menjadi bagian dari peringatan 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Seiring waktu, Jak-Japan Matsuri berkembang menjadi kegiatan tahunan yang melibatkan berbagai institusi, komunitas, dan mitra dari Indonesia maupun Jepang.

Perjalanan festival sempat terhenti pada 2020 dan 2021 akibat pandemi COVID-19. Pada 2020, Yayasan Jabat Hati Indonesia Jepang juga resmi terdaftar sebagai organisasi yang menjadi fondasi keberlanjutan kegiatan tersebut.

Festival kembali diselenggarakan pada 2022 melalui format hybrid dengan skala lebih kecil. Setahun kemudian, JJM turut menjadi bagian dari peringatan 65 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Jepang.

Sejak 2024, festival menempati Plaza Parkir Timur GBK dengan konsep yang semakin interaktif.

Dalam konferensi pers pada 26 Oktober 2026, Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Ueno Atsushi, turut menegaskan pentingnya pertukaran budaya melalui pengenalan tradisi kedua negara, termasuk membatik dan pembuatan miniatur ondel-ondel.

Jak-Japan Matsuri Bukan Sekadar Festival, Ini Makna Diplomasi Budayanya

Di balik pertunjukan musik, anime, dan kuliner, Jak-Japan Matsuri memiliki misi yang lebih luas, yakni memperkuat hubungan masyarakat Indonesia dan Jepang melalui diplomasi budaya.

Festival ini menjadi contoh bagaimana hubungan antarnegara dapat dibangun bukan hanya melalui kerja sama pemerintah, perdagangan, atau investasi, tetapi juga melalui interaksi langsung masyarakat.

Kehadiran budaya tradisional Jepang seperti taiko, yosakoi, Bon Odori, dan Mikoshi memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal tradisi Negeri Sakura. Sebaliknya, pertunjukan angklung, batik, dan kesenian Betawi memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat Jepang.

Perpaduan budaya populer dan tradisional juga menjadi strategi untuk menjangkau lintas generasi. Anime dan JKT48 dapat menarik minat anak muda, sementara pertunjukan tradisional dan lokakarya budaya memberikan pengalaman edukatif bagi keluarga.

Dengan konsep tersebut, Jak-Japan Matsuri bukan sekadar tempat menikmati hiburan, melainkan ruang perjumpaan yang memperkuat saling pengertian dan apresiasi budaya.

Jadwal dan Harga Tiket Jak-Japan Matsuri 2026

Jak-Japan Matsuri 2026 berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu dan Minggu, 31 Oktober–1 November 2026, di Plaza Parkir Timur GBK, Senayan, Jakarta.

Festival dibuka mulai pukul 09.30 hingga 21.30 WIB. Harga tiket reguler yang diumumkan penyelenggara sebesar Rp50.000 per orang untuk satu hari kunjungan.

Pengunjung dapat memilih hari kedatangan sesuai agenda yang ingin disaksikan. Informasi dan pembelian tiket dapat diakses melalui situs resmi Jak-Japan Matsuri di www.jakjapanmatsuri.id.

Memasuki edisi ke-16, Jak-Japan Matsuri 2026 kembali membawa pesan bahwa persahabatan Indonesia dan Jepang dapat terus tumbuh melalui kebudayaan. Lebih dari sekadar festival, acara ini menjadi ruang untuk saling mengenal, berbagi tradisi, dan merayakan keberagaman kedua negara.

(jakjapanmatsuri/antara/sinarmas/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN