Sumut Ekspor 22 Komoditas Unggulan Senilai Rp258 Miliar ke 14 Negara, Tumbuhan Dominan 9.557 Ton

Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding, saat melepas ekspor komoditas unggulan seperti kepiting bakau di Deli Serdang. (Foto: Karantina Sumut/Mistar)
Deli Serdang, MISTAR.ID (30/10/2026) — Sumatera Utara (Sumut) mengekspor 22 komoditas unggulan senilai Rp258 miliar ke 14 negara. Komoditas tumbuhan mendominasi dengan volume mencapai 9.557 ton.
Pelepasan ekspor dilakukan Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Pemerintah Provinsi Sumut di PT Ori Ginalnest Indonesia.
"Penyumbang terbesar dalam ekspor ini ada di komoditas tumbuhan, disusul komoditas hewan, kemudian ikan," ujar Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding, melalui keterangan tertulis kepada Mistar, Jumat (30/10/2026).
Komoditas tumbuhan yang diekspor berupa kelapa sawit, biji kopi, kelapa parut, santan kelapa, karet, sapu lidi, pinang, dan lainnya yang dikirim ke China, Amerika Serikat, India, Kanada, Rusia, Jerman, Jepang, dan Australia.
Lebih lanjut, Karding mengatakan komoditas hewan dan ikan dikirim ke China, berupa sarang burung walet sebanyak 625 kilogram dan kepiting bakau sebanyak 4,6 ribu kilogram.
"Barantin harus aktif mendampingi eksportir agar memenuhi persyaratan negara tujuan, di mana Indonesia memiliki komoditas unggulan yang dapat bersaing di pasar internasional," tutur Karding.
Barantin, dikatakan Karding, ingin memastikan pelayanan karantina memberi kepastian untuk pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan ekspor, sekaligus menjamin kesehatan dan keamanan komoditas.
Produk Sumut diharapkan bisa menjangkau pasar internasional dan memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat dengan komoditas unggulan yang dimiliki setiap daerah di Sumut. (hm02)
PREVIOUS ARTICLE
Diduga Peretasan Terbesar Sejarah Kripto, Binance Selidiki Hilangnya Hingga $5,8 Miliar dan Bekukan Aset Rp42 TriliunBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER









































