Diduga Peretasan Terbesar Sejarah Kripto, Binance Selidiki Hilangnya Hingga $5,8 Miliar dan Bekukan Aset Rp42 Triliun

Ilustrasi, peretasan Binance. (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)
Jakarta, MISTAR.ID (30/10/2026) — Bursa kripto terbesar dunia, Binance, menyelidiki dugaan peretasan besar setelah aliran dana jumbo keluar dari dompetnya pada Kamis (29/10/2026). Perusahaan mengonfirmasi total aset terverifikasi yang dibekukan mencapai 2,54 miliar dolar AS atau sekitar Rp42 triliun.
Mengutip The Guardian, Jumat (30/10/2026), Binance awalnya menyatakan tim keamanan sedang meninjau informasi, namun data on-chain menunjukkan dompet panas "Binance 14" yang tercatat dalam laporan proof-of-reserves 1 Oktober 2026 terkuras habis. Dalam satu transaksi pada pukul 20:24 UTC, sekitar 167.464 ETH dan 1,615 miliar USDT serta 63 token lain dipindahkan ke alamat penyerang melalui eksploitasi fitur EIP-7702.
"Yakinlah bahwa dana pengguna sepenuhnya aman. Kami akan menanggung semua kerugian," ujar co-CEO Binance Yi He. Binance kemudian menangguhkan semua setoran dan penarikan.
Tindakan pembekuan dilakukan cepat. CEO Tether Paolo Ardoino menyatakan membekukan lebih dari 1,567 miliar USDT, CEO Circle Jeremy Allaire membekukan lebih dari 800 juta USDC berkoordinasi dengan penegak hukum, sementara Ripple membekukan sekitar 200 juta dolar AS dalam bentuk RLUSD dan World Liberty Financial membekukan 27 juta dolar AS dalam bentuk USD1.
Total aliran keluar yang mencurigakan diperkirakan antara 3,3 miliar hingga 5,8 miliar dolar AS menurut Arkham dan Coinbase. Jika terkonfirmasi, ini akan melampaui peretasan Bybit senilai 1,5 miliar dolar AS pada Februari 2025 dan menjadi yang terbesar dalam sejarah.
Binance didirikan pada 2017 oleh Changpeng Zhao (CZ). Pada 2023 ia mengaku bersalah atas pelanggaran anti-pencucian uang, menjalani 4 bulan penjara, dan pada Oktober 2025 mendapat pengampunan penuh dari Presiden Donald Trump. Pada Kamis ia mencuit "Tampak seperti peretasan terhadap Binance, dana pengguna aman!".
Harga bitcoin turun 3,2 persen pada Kamis sore menjadi di bawah 79.000 dolar AS akibat sentimen negatif tersebut.(hm02)
PREVIOUS ARTICLE
Bitcoin Bertahan di $80.000 Setelah The Fed Tahan Suku Bunga, Mengapa Pasar Kripto Justru Defensif?BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER












































