Rupiah Loyo ke Rp17.913 per Dolar AS! Dihantam Sinyal Isu Suku Bunga The Fed Bakal

Visual melemahnya rupiah, Rp17.913 per dolar AS. Level terlemah, grafik turun 1,24% dalam seminggu. (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)
Jakarta, MISTAR.ID (12/10/2026) — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Senin (12/10/2026) melemah. Rupiah turun 14 poin atau 0,08 persen menjadi Rp17.913 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.899 per dolar AS.
Analis mata uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan rupiah dipengaruhi pernyataan pejabat Federal Reserve (The Fed) yang mengisukan peluang kenaikan suku bunga.
"Pernyataan terbaru dari pejabat The Fed juga membuka peluang bagi kenaikan suku bunga lebih lanjut," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (12/10/2026).
Presiden The Fed St. Louis, Alberto Musalem, mengungkapkan kebutuhan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut guna mengembalikan inflasi ke target 2 persen.
Hal senada disampaikan Gubernur The Fed, Christopher Waller, yang mengindikasikan kenaikan suku bunga tambahan mungkin diperlukan untuk menurunkan inflasi lebih cepat jika data ekonomi tetap sesuai perkiraan.
"Minggu ini pasar akan mencermati data inflasi tingkat konsumen dan produsen, yang akan disusul oleh data penjualan ritel dan juga pernyataan beberapa pejabat The Fed," kata Ibrahim.
Dari sentimen geopolitik, Presiden AS Donald Trump menyatakan Ukraina dan Rusia telah sepakat menghentikan serangan terhadap fasilitas energi masing-masing menyusul kesepakatan pasokan diesel AS dengan Moskow.
Trump juga mengumumkan Ukraina dan Rusia menyepakati gencatan senjata terkait energi. Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan masih menunggu rincian kesepakatan tersebut, sementara pihak Rusia belum memberikan komentar.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga melemah ke level Rp17.899 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.884 per dolar AS. (Antara/hm02)
PREVIOUS ARTICLE
Antrean Mengular di SPBU! Pertamina Ungkap Penyebab Kelangkaan BBM Bukan Stok Habis, tapi Faktor IniBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER

















































