Thursday, October 29, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Enam Minuman yang Berpotensi Mendukung Kesehatan Pernapasan, Apa Saja?

Mistar.idJumat, 30 Oktober 2026 pukul 05.30 WIB
enam_minuman_yang_berpotensi_mendukung_kesehatan_pernapasan_apa_saja

Ilustrasi. (foto: istimewa/mistar)

Jakarta, MISTAR.ID - Polusi udara dan paparan asap dapat berdampak buruk terhadap kesehatan saluran pernapasan. Kondisi tersebut berpotensi memicu berbagai keluhan, termasuk sesak napas, baik pada orang yang memiliki riwayat asma maupun mereka yang tidak mengalaminya.

Dikutip dari Medical News Today, sesak napas atau dispnea adalah kondisi ketika seseorang merasa kesulitan untuk bernapas. Keluhannya dapat bervariasi, mulai dari rasa tidak nyaman saat mengambil napas hingga kesulitan bernapas yang berat.

Asma merupakan salah satu penyebab sesak napas. Namun, kondisi ini juga bisa dipicu oleh faktor lain, seperti paparan alergen, polusi udara, serta perubahan suhu yang ekstrem. Karena itu, sesak napas tidak selalu berkaitan dengan asma.

Sejumlah minuman, mulai dari teh herbal hingga kopi, telah diteliti karena kandungan senyawanya yang berpotensi memengaruhi peradangan dan fungsi saluran pernapasan. Meski demikian, bukti manfaatnya masih beragam dan minuman tersebut tidak dapat menggantikan pengobatan medis.

Berikut enam minuman yang memiliki kandungan atau senyawa yang dikaitkan dengan kesehatan pernapasan:

1. Teh jahe

Dikutip dari Healthline, jahe mengandung senyawa bioaktif, seperti gingerol dan shogaol, yang diteliti karena potensi efek antiradangnya.

Sejumlah penelitian awal menunjukkan bahwa senyawa tersebut berpotensi membantu mengurangi peradangan. Jahe juga diteliti terkait kemungkinan pengaruhnya terhadap otot saluran bronkial, yaitu saluran yang mengalirkan udara menuju paru-paru.

Teh jahe dapat dinikmati sebagai minuman hangat. Namun, bukti ilmiah yang tersedia belum cukup untuk memastikan bahwa teh jahe dapat meredakan serangan sesak napas secara langsung.

2. Teh mullein

Mullein merupakan tanaman yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk menangani berbagai keluhan pada saluran pernapasan, termasuk batuk dan gangguan paru-paru.

Tanaman ini tersedia dalam bentuk teh yang dapat dibuat dari bagian daun, bunga, maupun akar, tergantung produk yang digunakan.

Meski penggunaannya cukup dikenal dalam pengobatan tradisional, bukti klinis mengenai efektivitas teh mullein untuk mengatasi sesak napas masih terbatas. Karena itu, manfaatnya perlu dipahami secara hati-hati.

3. Teh akar manis

Akar manis atau licorice mengandung glycyrrhizin, senyawa yang diteliti karena potensi efek antiradang dan pengaruhnya terhadap sistem kekebalan tubuh.

Sejumlah penelitian awal menunjukkan bahwa senyawa dalam licorice berpotensi memengaruhi gejala asma. Namun, temuan tersebut belum cukup untuk menjadikan teh akar manis sebagai pengobatan sesak napas yang terbukti efektif.

Konsumsi akar manis juga perlu diperhatikan. Glycyrrhizin dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan penurunan kadar kalium, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar atau dalam jangka panjang. Orang dengan hipertensi, penyakit jantung, atau gangguan ginjal sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsinya secara rutin.

4. Teh hitam

Teh hitam berasal dari tanaman yang sama dengan teh hijau, yakni Camellia sinensis. Perbedaan keduanya terletak pada proses pengolahan daun teh yang memengaruhi warna, aroma, dan rasanya.

Teh hitam mengandung kafein yang memiliki efek bronkodilator ringan, yaitu membantu merelaksasi otot saluran pernapasan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat memberikan perbaikan kecil dan sementara pada fungsi paru-paru, terutama pada orang dengan asma.

Meski demikian, efek tersebut tidak cukup untuk menjadikan teh hitam sebagai pengganti inhaler atau obat asma yang diresepkan dokter.

5. Teh hijau

Teh hijau mengandung polifenol dan antioksidan yang diteliti karena potensi efeknya dalam membantu mengurangi peradangan di dalam tubuh, termasuk proses peradangan yang berkaitan dengan gangguan pernapasan.

Salah satu penelitian yang melibatkan lebih dari 1.000 orang menemukan hubungan antara konsumsi teh hijau setidaknya dua cangkir berukuran sekitar 240 mililiter per hari dan fungsi paru-paru yang lebih baik.

Namun, hubungan tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa teh hijau secara langsung meningkatkan fungsi paru-paru. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan manfaatnya terhadap penyakit pernapasan.

6. Kopi hitam

Selain teh, kopi hitam juga diteliti karena kandungan kafeinnya. Senyawa ini memiliki efek bronkodilator ringan yang dapat membantu melebarkan saluran pernapasan untuk sementara waktu.

Tinjauan penelitian yang diterbitkan pada 2010 menemukan bahwa konsumsi kafein dapat memberikan sedikit perbaikan fungsi saluran napas pada orang dengan asma.

Meski begitu, efek kafein relatif terbatas dan tidak dapat menggantikan obat yang digunakan untuk mengendalikan atau menangani serangan asma. Konsumsi kopi juga perlu dibatasi sesuai toleransi tubuh, terutama bagi orang yang sensitif terhadap kafein.




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN